detikcom
Rabu, 09/01/2013 11:29 WIB

Siap-siap! Tren Hujan Pagi Hari Berlanjut 3 Hari Mendatang

Niken Widya Yunita - detikNews
Jakarta - Hujan di pagi hari mengiringi kegiatan warga Jakarta di hari Rabu ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi hujan di pagi hari masih terus berlanjut hingga 3 hari ke depan.

"Kita prediksi hujan di pagi hari dalam 3 hari ke depan. Kemudian berhenti, namun siang dan sore hari bisa potensial hujan," ujar Mulyono Prabowo, Kepala Pusat Meteorologi Publik (BMKG) ketika dihubungi detikcom, Rabu (9/1/2013).

Mulyono menjelaskan, hujan turun karena November 2012-Maret 2013 sudah masuk musim hujan. Curah hujan juga dipengaruhi situasi di sebelah sebelah selatan Lombok dan sebelah barat Australia yang terdapat siklon tropis Narelle (puting beliung dengan skala yang lebih besar) yang baru terjadi pada Selasa (8/1/2013) sore. Akibatnya, di sebelah selatan Indonesia pada umumnya akan mengalami angin yang cukup kuat dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara Timur. Hal ini menyebabkan gelombang di sebelah selatan Indonesia mencapai 3-4 meter.

"Mau nggak mau nelayan tidak bisa melaut," kata Mulyono.

Efek dari siklon tropis Narelle dari belahan bumi utara akan membuat pertemuan arus angin kurang lebih di Sumsel, Laut Jawa hingga ke Timur (NTT) dan aliran udara mengumpul di jalur itu. Karena mengumpul, pertumbuhan awan kuat dan otomatis curah hujan yang turun cukup tinggi.

"Kondisi ini bukan di Jabodetabek saja tapi terjadi di Sumsel, Sulsel, Sulteng bahkan Papua," ucapnya.

Mulyono menuturkan, intensitas hujan kecenderungannya sedang hingga lebat dalam 2-3 hari ke depan. Sementara potensial angin kuat menurun.

Mulyono memprediksi, puncak musim hujan 2012-2013 akan terjadi pada akhir Januari hingga awal Februari 2013. Intensitas hujan pada Januari ini 300-400 mm/jam, sedangkan di Februari yakni 400-500 mm/jam.

Sementara pada Maret hingga April musim peralihan hujan ke kemarau. Sedangkan musim kemarau diprediksi terjadi pada Mei-Juni mendatang.


Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(nik/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close