detikcom

Rabu, 09/01/2013 10:54 WIB

Mantap! Wali Kota Solo Bekuk Oknum TNI Penjambret Warga

Muchus Budi R. - detikNews
Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo (dok detikcom)
Solo - Usai memantau daerah banjir, Wali Kota Solo Hadi Rudyatmo dikagetkan dengan teriakan minta tolong. Ternyata seorang penjambret tengah beraksi. Pucuk pimpinan Kota Solo itu pun turun tangan dan ikut membekuk penjambret.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (8/1/2013) sekitar pukul 23.00 di Jalan Juanda, Solo, tak jauh dari kampung Badran, Pucangsawit, Solo, dekat rumah Rudy, panggilan akrab Hadi Rudyatmo. Pelaku menggunakan sepeda motor dengan pelat nopol yang telah disamarkan.

Saat kejadian, korban Ayu (30) baru pulang kerja. Motornya dipepet pelaku, lalu pelaku berusaha merebut tas yang dibawa oleh Ayu. Sempat terjadi rebutan tas sehingga Ayu terjatuh. Ayu berteriak.

Pada saat kritis itu, kebetulan Rudy melintas dengan mengendarai mobil dinasnya usai memantau daerah banjir. Bukan hanya Rudy yang datang, warga sekitar juga mulai berdatangan karena mendengar teriakan Ayu.

Pelaku segera jadi bulan-bulanan emosi warga, maklum kawasan tersebut memang merupakan daerah rawan keamanan yang sering terjadi penjambretan. Pelaku sempat teriak-teriak mengaku sebagai anggota TNI, namun warga tetap menghajar pelaku bahkan sepeda motor yang digunakan pelaku untuk beraksi akan dibakar warga.

"Si pelaku terus teriak-teriak mengaku tentara, mungkin maksudnya biar tidak dipukuli. Tetapi warga yang masih marah tetap merangsek memukulinya. Pelaku langsung saya tarik, saya lindungi agar tidak terus dipukuli warga. Saya langsung menghubungi polisi dan selanjutnya pelaku diurus oleh Denpom," papar Rudy.

Rudy menambahkan, jika tidak segera dia selamatkan, tentara itu dimungkinkan sudah terancam jiwanya karena menjadi sasaran emosi warga.

Saat ini, pelaku diamankan di Markas Denpom IV Surakarta. Menurut informasi pelaku merupakan anggota infanteri di Blora dengan pangkat Pratu TNI AD.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(try/nrl)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
77%
Kontra
23%