Detik.com News
Detik.com
Rabu, 09/01/2013 02:08 WIB

Main Judi, 8 PNS Ditangkap Polisi di Pematang Siantar

Khairul Ikhwan - detikNews
Main Judi, 8 PNS Ditangkap Polisi di Pematang Siantar Foto: Ilustrasi
Pematang Siantar - Delapan orang PNS Pemerintah Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), ditangkap polisi karena main judi. Mereka masih menjalani pemeriksaan di Polres Pematang Siantar, hingga Selasa (8/1/2013) malam.

Para PNS ini diamankan dari kantin Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di Jl. Adam Malik, Pematang Siantar. Penangkapan itu sendiri terjadi pada Selasa sore.

Barang bukti yang diamankan, berupa empat set kartu dan uang taruhan puluhan ribu rupiah, kata Iptu Asbon B, Kanit Ops Satuan Reserse Kriminal Polres Pematang Siantar, saat dihubungi, Selasa (8/1/2013).

Para tersangka yang diamankan tersebut masing-masing, Hotma Sitanggang (48), Berton Hutagalung (41), Herianto (39) dan Tunggul Pasaribu (39). Kemudian Irwanta (35), Herman (40), Pilemon (43) dan Raul Silalahi (52).

Para PNS ini ada yang bertugas di Kantor Satpol PP, dan ada juga yang berdinas di Kantor Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol Linmas). Polisi masih meminta keterangan mereka untuk kepentingan pemberkasan perkara.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rul/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%