detikcom
Selasa, 08/01/2013 18:55 WIB

Usai Dicekoki Ciu, ABG Diperkosa 3 Pemuda di Rumah Kosong

Muhammad Afifi - detikNews
Bantul - Seorang ABG asal Bantul jadi korban kebejatan tiga pemuda. Perempuan berusia 15 tahun yang tidak tamat SD itu diperkosa tiga pemuda usai dicekoki ciu (minuman keras lokal).

Ditemui saat melapor ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Bantul, pihak keluarga yang diwakili paman korban, RMD, bercerita perihal nasib tragis yang dialami keponakannya itu.

Awalnya korban dijemput sekitar pukul 06.00 WIB oleh BG, warga Jetis, Bantul. Korban dan BG kenal melalui pesan singkat (SMS).

"Pihak keluarga sempat mencari kemana-mana, tapi tidak ada yang tahu. Tahu-tahu siangnya dia pulang dan cerita tentang kejadian yang dialaminya," kata RMD.

Menurut pria berkulit hitam dan berambut cepak ini, keponakannya mau diajak pergi karena dijanjikan akan dibelikan pakaian. Alih-alih diajak belanja, korban justru dibawa ke sebuah rumah kosong.

"Di situ sudah ada tiga orang, dan BG hanya mengantar lalu pergi. Mereka lalu memaksa korban minum ciu dan saat keponakan saya mabuk, ketiganya lalu melampiaskan nafsu bejatnya," tambah RMD.

Sekitar pukul 11.00 WIB, BG yang mengendarai sepeda motor Beat putih kembali datang lalu mengantar korban pulang. "Korban mengeluh sakit di kemaluan, lalu kami bawa ke rumah sakit. Pihak keluarga langsung ke Polsek Piyungan tapi disarankan ke sini (Polres Bantul)," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Alaal Prasetya membenarkan adanya laporan dugaan perkosaan itu. "Pelaku belum diamankan karena kami masih mempelajari keterangan korban dan sedang kita selidiki. Kalau kita sudah dapat kepastian, secepatnya kita amankan pelakunya," kata Alaal.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%