detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 13:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 08/01/2013 13:45 WIB

KPK akan Sidik Kasus Baru, Siapa Lagi yang Jadi Tersangka?

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - KPK memastikan akan ada kasus dugaan korupsi yang proses hukumnya dinaikkan ke tahap penyidikan. Tersangka baru akan ditetapkan pada bulan Januari ini. Siapa dia?

"KPK memang melakukan gelar perkara dan ada (kasus yang naik ke penyidikan)," kata Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja di kantor KPK Jl Rasuna Said, Jaksel, Selasa (8/1/2013).

Namun ketika didesak lebih lanjut mengenai kasus dan siapa inisial tersangka, Pandu meminta wartawan bersabar. "Belum bisa kita sampaikan ke publik karena perlu disempurnakan. Ada waktunya nanti," ujar Pandu.

Berdasarkan informasi yang didapatkan, KPK akan merampungkan penyelidikan kasus pengadaan proyek Alquran dan laboratorium komputer pada 2010-2011. Jika saat ini KPK baru mengusut pembahasan anggaran di DPR dan menjerat politisi Golkar Zulkarnaen Djabbar dan anaknya Dendy Prasetiya, maka lembaga ini akan mulai menelusuri pada proses pengadaannya di kementerian agama.

Pejabat di kementerian Agama itu menjadi incaran. Dan pejabat itu merupakan orang mengurusi komitmen dengan perusahaan yang mengerjakan tender Alquran dan laboratorium agama.

Kasus kedua adalah kasus suap terkait pembangunan venue PON Riau. KPK akan menelusuri kesaksian sejumlah saksi di persidangan mengenai peran pejabat eksekutif tingkat elit di Pemprov Riau, sebagai penganjur pemberian suap.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(fjp/lh)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%