Selasa, 08/01/2013 12:42 WIB

Pembunuhan Sadis Hebohkan Kawasan Bisnis di Makassar

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Ilustrasi/detikcom
Makassar - Kawasan bisnis di Panukkukang, Makassar, dihebohkan pembunuhan sadis. Di siang bolong, pelaku menggorok dan menikam korban berkali-kali. Ratusan orang di sekitar lokasi pun panik.

Peristiwa itu terjadi di lantai 2 sebuah ruko di Jalan Boulevard, Makassar, pada pukul 12.35 Wita, Selasa (8/1/2013). Pelaku bernama Adi Nugroho (29) dan korban bernama Vonny (42). Pelaku ternyata merupakan keponakan korban.

Saksi mata yang juga pembantu korban, Marni, menyatakan, pelaku datang sekitar pukul 10.00 Wita. Kemudian ia mengobrol dengan korban. Tak diketahui sebabnya, pelaku menikam korban berkali-kali.

Marni dan seorang pembantunya panik. Mereka berteriak, sehingga warga sekitar dan pengguna jalan berdatangan. Ratusan orang mengepung lokasi. Pelaku kabur dengan cara menjebol kaca dan melompat ke ruko lain.

Tak butuh waktu lama bagi polisi untuk mengecek lokasi. Sebab tempat kejadian perkara (TKP) hanya berjarak 200 meter dari Mapolsekta Panakkukang. Petugas berhasil membekuk pelaku di lantai 4 ruko yang di dekat lokasi kejadian.

Adi dibawa ke Mapolsek. Sebelum dimasukkan ke tahanan, ia dimandikan karena tubuhnya penuh darah. Sementara korban dibawa ke RS Bhayangkara Polda Sulsel untuk divisum.

"Nanti di-BAP dulu baru ketahuan motif pelaku," kata Kapolsekta Panakkukang Kompol Agung Kanigoro.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(try/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%