Detik.com News
Detik.com
Senin, 07/01/2013 14:42 WIB

Spanduk Dukungan Larangan Perempuan Ngangkang Bertebaran di Lhokseumawe

Feri Fernandes - detikNews
Spanduk Dukungan Larangan Perempuan Ngangkang Bertebaran di Lhokseumawe Foto: Feri Fernandes/detikcom
Lhokseumawe - Puluhan spanduk dukungan terhadap kebijakan Walikota Lhokseumawe Suaidi Yahya yang melarang perempuan duduk mengangkang saat berboncengan sepeda motor, bertebaran di sejumlah pusat keramaian di Kota Lhokseumawe. Spanduk itu muncul bersamaan dengan diedarkannya larangan itu ke masyarakat.

Pengmatan detikcom, Senin (7/3/2012), spanduk terlihat di halaman Mesjid Islamic Centere Lhokseumawe, Kantor Walikota, tingkat Kecamatan serta lokasi keramaian warga lainnya.

Salah satu spanduk bertuliskan "Mendukung Atas Kebijakan Pemerintah Kota Lhokseumawe Tentang Larangan Duduk Mengangkang Atas Sepeda Motor Bagi Wanita." Spanduk lainnya bertuliskan, "Islam Pakaian Kita, Duduk Ngangkang Budaya Kita."

Di bagian atas atau bawah spanduk itu bertuliskan Majelis Ulama Nanggroe Aceh Kota Lhokseumawe, Persatuan Guru Baca Tulis Alquran Ahli Sunnah Wajamah Aceh, Remaja Mesjid se-Kota Lhokseumawe, Lembaga Aceh Peace, Putroe Aceh, Fopkra Kota Lhokseumawe dan sejumlah organisasi keislaman lainnya.

Hari ini, Senin (7/1/2013), Pemerintah Kota Lhokseumawe menerbitkan surat edaran larangan bagi perempuan saat dibonceng sepeda motor. Surat edaran itu ditandatangani oleh Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, dan Ketua DPRK Lhokseumawe, Saifuddin Yunus.

"Tinggal tanda tangan Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) dan Ketua Majelis Adat Aceh (MAA). Insya Allah Senin (7/1) kita edarkan secara resmi di Lhokseumawe," kata Sekretaris Daerah Lhokseumawe, Dasni Yuzar, saat dihubungi detikcom, Minggu (6/1/2013) malam.

Sosialisasi akan dilakukan 3 bulan ke depan. Setelah dinilai siap, maka peraturan itu akan diterapkan. Para pelanggar akan dikenai sanksi yang jenis dan bentuknya ditentukan nanti.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%