detikcom
Senin, 07/01/2013 11:53 WIB

Video Seks Mahasiswa NUS Hebohkan Singapura

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi (Alamy)
Singapura - Singapura kembali dihebohkan oleh skandal seks dan lagi-lagi melibatkan seorang mahasiswa National University Singapore (NUS). Kali ini video seorang mahasiswa NUS sedang melakukan aktivitas seksual beredar luas di internet.

Dalam video berdurasi 14 menit tersebut, terlihat seorang pemuda yang sedang masturbasi dan kemudian mengukur panjang penisnya dengan penggaris. Demikian diberitakan oleh Sin Chew Daily dan dilansir The Star, Senin (7/1/2013).

Dilaporkan bahwa video tersebut diunggah ke internet pada Juni 2012 lalu. Anehnya, disertakan juga nama pria tersebut beserta alamat e-mail dan disebutkan juga pihak pemberi beasiswa si mahasisiwa, yakni Federasi Kooperatif Nasional Singapura (SNCF).

Menurut media setempat, The New Paper, si mahasiswa yang namanya disebut-sebut, telah dimintai keterangan oleh pihak NUS maupun SNCF untuk menjelaskan video tersebut. Namun, si mahasiswa membantah keras dirinya terlibat dalam video tersebut. Bahkan si mahasiswa mengajukan laporan ke polisi atas pencemaran nama baik.

Tidak diketahui pasti siapa pengunggah dan siapa pria yang ada di dalam video tersebut. Yang jelas, kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian setempat.

Skandal seks ini muncul hanya berselang 3 bulan pasca skandal seks mahasiswa NUS lainnya, Alvin Tan. Pada Oktober 2012 lalu, Alvin dan kekasihnya yang bernama Vivian lee (23) dengan sengaja mengunggah video dan foto-foto pasangan itu saat berhubungan seks.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nvc/ita)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%