detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 05:02 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 07/01/2013 11:41 WIB

Ratusan Orang Protes Sidang Korupsi Ketua Fatayat NU Lasem di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Sejak pukul 07.00 WIB hari Senin (7/1/2013) pagi tadi, ratusan warga NU dari Rembang, Pati, Demak, Semarang, Kudus, Purwodadi, dan Batang berkerumun di depan gerbang gedung Pengadilan Tipikor Semarang. Mereka mengibarkan bendera NU sambil melantunkan Shalawat Nariyah.

Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal sidang dengan agenda pembacaan pledoi yang sebelumnya sempat tertunda beberapa kali. Koordinator lapangan, Imam Baehaqi mengatakan aksi itu sebagai bentuk pertentangan terhadap penahanan Ketua Fatayat NU Lasem, Durrotun Nafisah, yang saat ini hamil 8 bulan.

"Dengan keadaan fisik yang masih lemah Bu Nyai Hj. Durrotun Nafisah akan tetap memaksakan diri untuk menghadiri sidang," kata Imam di pengadilan Tipikor Semarang, Jl Suratmo, Semarang, Senin (7/1/2013).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Durrotun Nafisah tiba di Pengadilan Tipikor Semarang. Dengan menggunakan kursi roda serta dibekali sebuah tabung oksigen, ia disambut oleh ratusan warga NU. Tidak semua pendukungnya diperbolehkan masuk ke dalam gedung Pengadilan Tipikor Semarang sehingga Shalawat Nariyah dan takbir semakin riuh dilantunkan oleh warga di luar gerbang. Beberapa ibu-ibu meneteskan air mata karena ingin mendampingi Durrotun.

Imam menegaskan, Durrotun tidak bersalah dalam kasus tersebut. Menurut Imam, Durrotun hanya dimanfaatkan oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan (Diknas) Rembang untuk membubuhkan tanda tangan sebagai akses dana program Keaksaraan Fungsional atas nama YPM NU. Dari total Rp 288 juta, yang dikelola YPM NU hanya Rp 14,4 juta untuk empat kelompok belajar.

"Yang bermasalah yang dikelola Diknas, sementara yang dikelola oleh YPM NU berjalan baik dan bisa dipertanggungjawabkan," tandas Imam.

Dalam persidangan kasus yang sama, lanjut Imam, diketahui oknum Diknas Rembang yaitu Abdul Muid dan atasannya, Winaryu Kutsiah menyatakan ketidakbersalahan Durrotun Nafisah.Next

Halaman 1 2

Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(alg/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
85%
Kontra
15%