detikcom
Senin, 07/01/2013 11:41 WIB

Ratusan Orang Protes Sidang Korupsi Ketua Fatayat NU Lasem di Semarang

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Foto: angling adhitya p/detikcom
Semarang - Sejak pukul 07.00 WIB hari Senin (7/1/2013) pagi tadi, ratusan warga NU dari Rembang, Pati, Demak, Semarang, Kudus, Purwodadi, dan Batang berkerumun di depan gerbang gedung Pengadilan Tipikor Semarang. Mereka mengibarkan bendera NU sambil melantunkan Shalawat Nariyah.

Aksi tersebut dilakukan untuk mengawal sidang dengan agenda pembacaan pledoi yang sebelumnya sempat tertunda beberapa kali. Koordinator lapangan, Imam Baehaqi mengatakan aksi itu sebagai bentuk pertentangan terhadap penahanan Ketua Fatayat NU Lasem, Durrotun Nafisah, yang saat ini hamil 8 bulan.

"Dengan keadaan fisik yang masih lemah Bu Nyai Hj. Durrotun Nafisah akan tetap memaksakan diri untuk menghadiri sidang," kata Imam di pengadilan Tipikor Semarang, Jl Suratmo, Semarang, Senin (7/1/2013).

Sekitar pukul 09.00 WIB, Durrotun Nafisah tiba di Pengadilan Tipikor Semarang. Dengan menggunakan kursi roda serta dibekali sebuah tabung oksigen, ia disambut oleh ratusan warga NU. Tidak semua pendukungnya diperbolehkan masuk ke dalam gedung Pengadilan Tipikor Semarang sehingga Shalawat Nariyah dan takbir semakin riuh dilantunkan oleh warga di luar gerbang. Beberapa ibu-ibu meneteskan air mata karena ingin mendampingi Durrotun.

Imam menegaskan, Durrotun tidak bersalah dalam kasus tersebut. Menurut Imam, Durrotun hanya dimanfaatkan oleh oknum pejabat Dinas Pendidikan (Diknas) Rembang untuk membubuhkan tanda tangan sebagai akses dana program Keaksaraan Fungsional atas nama YPM NU. Dari total Rp 288 juta, yang dikelola YPM NU hanya Rp 14,4 juta untuk empat kelompok belajar.

"Yang bermasalah yang dikelola Diknas, sementara yang dikelola oleh YPM NU berjalan baik dan bisa dipertanggungjawabkan," tandas Imam.

Dalam persidangan kasus yang sama, lanjut Imam, diketahui oknum Diknas Rembang yaitu Abdul Muid dan atasannya, Winaryu Kutsiah menyatakan ketidakbersalahan Durrotun Nafisah.Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(alg/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%