detikcom
Minggu, 06/01/2013 07:47 WIB

Curah Hujan Tinggi, Kawasan Langganan Banjir di Solo Mulai Tergenang

Muchus Budi R. - detikNews
Solo, - Makin tingginya curah hujan di musim penghujan ini, mengakibatkan datanganya genangan air di kawasan-kawasan langganan banjir di Kota Solo. Sejak dinihari hingga pagi ini pos pemantauan ketinggian air di Solo menunjuk pada kondisi status siaga 3 atau siaga puncak karena ketinggian air telah mencapai di atas 9 meter.

Sejak Sabtu malam hingga dinihari memang hujan lebat mengguyur secara merata di kawasan Solo maupuan di kawasan hulu anak-anak Sungai Bengawan Solo di Wonogiri, Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali. Bahkan Sabtu malam dilaporkan bahwa tanggul yang menahan arus Kali Dengkeng di Klaten, anak sungai Bengawan Solo yang berhulu dari Merapi, jebol di beberapa tempat.

Air terus naik dan menggenang di kawasan rawan banjir di Solo. Pada Minggu (6/1/2012) pukul 00.00 WIB ketinggian air di Pos Pantau Jurug tercatat mencapai 8,4. Beberapa kampung mulai tergenang dan bahkan air telah masuk ke rumah-rumah. Di kampung Losari, seputar Pasar Notoharjo, Pucangsawit air terus meninggi dan warga terpaksa mengungsi.

Empat jam kemudian, tinggi air semakin naik yaitu mencapai 9,64. Kondisi tersebut memaksa semakin banyak warga yang mengungsi. Genangan air juga semakin meluas. Genangan juga terjadi di halaman rumah pribadi Walikota Surakarta, Hadi Rudyatmo, yang berada di Pucangsawit.

Genangan air sedikit menyusut pada pagi hari, seiring dengan berhentinya curah hujan. Pada pukul 07.00 WIB dilaporkan ketinggian air di Pos Jurug sedikit turun hingga pada angka 9,28. Namun angka tersebut masih berada pada kondisi siaga 3 atau siaga puncak, dimana Bengawan Solo sudah tidak lagi mampu menampung air dari hulu dan anak-anak sungai di atasnya sehingga terjadi backwater. Kondisi bisa disebut normal jika ketinggian air berada pada angka 6,5 atau di bawahnya.

"Air masih tinggi. Banyak warga masih mengungsi karena rumahnya tergenang banjir cukup tinggi. Pagi ini PMI berkeliling ke lokasi-lokasi pengungsian untuk memantau kesehatan warga pengungsi serta membantu mendistribusikan bantuan makanan untuk mereka," ujar pengurus PMI Kota Surakarta, Sumartono Hadinoto.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/mpr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
66%
Kontra
34%