detikcom
Sabtu, 05/01/2013 17:32 WIB

Pencipta 'Ferrari' Tucuxi Belum Mau Komentar Soal Rem Blong

M Luthfi Andika - detikNews
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengalami kecelakaan saat ujicoba 'Ferrari' tucuxi menempuh rute Solo-Magetan. Rem mobil itu blong saat melaju di turunan Tawangmangu. Dahlan kemudian menabrakkan mobil itu ke tebing.

Namun sayang sang kreator mobil 'Ferrari' Tucuxi belum bisa berkomentar banyak, perihal kecelakaan akibat rem blong yang dialami Menteri BUMN, Dahlan Iskan, bersama Tucuxi karya Danet Suryatama.

"Saya belum baca (artikel penyebab kecelakaan), soalnya saya nasih di luar. Jadi saya tidak mau berkomentar banyak dahulu," ucap Vice President ElektrikCar (LLC), Ninien W Lestari, saat dihubungi detikOto, Sabtu (5/1/2012).

Kejadian kecelakaan kali ini berawal dari Menteri BUMN, Dahlan Iskan, mengendarai sendiri mobil 'Ferrari' Tucuxi dari Solo menuju Magetan, dalam rangka ujicoba 1.000 km.

Dahlan pun menegaskan perlu dilakukan ujicoba tersebut sebelum dikembangkan dan diproduksi.

Dahlan mengendarai mobil tersebut berangkat dari kantor harian Jawa Pos Radar Solo, Sabtu (5/1/2013) siang. Rencananya akan menuju Magetan yang merupakan kampung halaman Dahlan melalui jalur pegunungan di lereng Gunung Lawu yang berada di perbatasan Jateng - Jatim.

Musibah yang tidak diinginkan pun terjadi Plaosan, Magetan. Mobil listrik yang dikemudikan langsung oleh Dahlan bersama salah seorang penemu mobil listrik mengalami rem blong menghindari tebing sehingga menabrak tiang listrik di Tawangmangu Karanganyar.

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(lth/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%