Sabtu, 05/01/2013 01:36 WIB

Bawa Ekstasi, Seorang Kepala Desa di Lampung Ditangkap di Bakauheni

Adan Bakar - detikNews
Lampung - Satuan Narkoba Polres Lampung Selatan menangkap seorang kepala desa, Agus Setyawan, karena kedapatan membawa 41 butir pil ekstasi. Tersangka ditangkap saat hendak menyebrang melalui Pelabuhan Bakauheni, Rabu (2/1/2013), sekitar pukul 04.30.

Kasat Narkoba Polres Lampung Selatan Kompol Aden Kristiantonomo mengatakan tersangka ditangkap ketika megendarai mobil Toyota Avanza berplat BE 2923 JE. “Pil ekstasi disimpan dalam dashboard,” kata Aden kepada detikcom, Jumat (4/1/2013).

Tersangka adalah kepala desa di Pariangan Baru, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Lampung Utara. Agus ditangkap saat melalui pemeriksaan rutin di Seaport Interdiction di Pelabuhan Bakauheni.

Aden mengungkapkan, tersangka pun langsung diamankan ke Polres Lampung Selatan untuk diperiksa lebih lanjut. Tersangka tidak mengkui bahwa ekstasi tersebut akan dijual kembali. “Dia hanya mengakui bahwa ekstasi itu miliknya dan hanya akan dikonsumsi sendiri,” kata Aden.

Aden menceritakan bahwa Agus membeli ineks tersebut dibeli dari salah satu pengedar di Jakarta. Jumlah yang dibeli mencapai 50 butir, tapi ada yang rusak dan akan dikembalikan kepada penjual di Jakarta. Saat akan mengembalikan itulah dia ditangkap di Bakauheni. “Harga ineks yang dibeli sebesar Rp 120ribu per butir,” katanya.

Menurut Aden, meskipun tidak mengakui sebagai pengedar, polisi akan menjerat tersangka dengan pasal berlapis dalam UU narkotika. Tersangka bisa dihukum hingga 20 tahun penjara dan denda miliaran rupiah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/fjp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%