Jumat, 04/01/2013 15:28 WIB

Tak Dapat B 1 DKI & B 2 DKI, Jokowi-Ahok Pakai Tahun Lahir untuk Nopol Mobil Dinas

Ray Jordan - detikNews
Jakarta - Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo dan Basuki T Purnama (Ahok) tidak menggunakan nomor pada pelat mobil dinas mereka B 1 DKI dan B 2 DKI. Nomor yang digunakan justru tahun lahir keduanya.

Jokowi menggunakan nopol B 1961 RFR untuk mobil dinasnya jenis Land Cruiser warna hitam. Sementara Ahok menggunakan nopol B 1966 RFR dengan jenis mobil yang sama.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta Fajar Pandjaitan membenarkan orang nomor 1 dan 2 di DKI Jakarta itu menggunakan nomor pelat pada mobil dinasnya sesuai dengan tahun lahirnya masing-masing.

"Itu nomor khusus yang kita pesan," ujar Fajar di Ruang Pola Gedung Balaikota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (4/1/2013).

Hal itu dikatakan Fajar menjawab pertanyaan wartawan apakah Jokowi dan Ahok menggunakan tahun lahir masing-masing menjadi nomor di pelat mobil dinasnya.

Fajar menjelaskan penggunaan tahun lahir tersebut lantaran keduanya tidak menggunakan nomor B 1 DKI dan B 2 DKI.

"Karena memang tidak memakai nomor B 1 dan B 2," tuturnya.

Fajar juga mengatakan Pemprov DKI sudah mengajukan permohonan penggunaan nomor pelat khusus untuk gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta kepada Polda Metro Jaya.
"Ya memang itu kan sudah kita ajukan dari Pemprov, itu khusus untuk gubernur dan wakil gubernur," imbuh Fajar.

"Ya (karena) memang Bapak-nya nggak minta, terus gimana. Kalau minta pasti dikasih," tuturnya.

Apakah nomor pelat itu juga dibayarkan Pemprov? "Iya kita bayar setiap tahun, ada sekitar ratusan (ribu rupiah) tapi nggak tahu berapa, ada di kabiro umum. Itu urusannya kabiro umum," jelasnya.

Berdasarkan informasi di website www.jakartabaru.co, tercatat Jokowi lahir di Surakarta pada tanggal 21 Juni 1961. Sedangkan Ahok lahir di Manggar, Belitung Timur pada tanggal 29 Juni 1966.


(rmd/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel