detikcom
Jumat, 04/01/2013 15:22 WIB

Kabar Reshuffle dari Kampung Nelayan yang Melegakan

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Rusman Jhony/Setpres
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah mengumumkan tak ada reshuffle kabinet di awal tahun 2013. Pengumuman tersebut tak disampaikan SBY di Istana Negara, Jakarta, namun di sebuah kampung nelayan sederhana di Tangerang, Banten.

SBY pagi hingga siang, Jumat (4/1/2013) 'blusukan' ke sebuah permukiman nelayan Kampung Tanjung Pasir, yang terletak di pesisir Kabupaten Tangerang. Awalnya, kunjungan kerja SBY ini sempat dirahasiakan dan mendadak, bahkan membuat Bupati Tangerang terlambat tiba di lokasi.

Di tahun 2013 ini, Presiden SBY menjanjikan bakal sering melakukan kunjungan kerja dadakan ke sejumlah daerah. Kegiatan ini pernah dilakukan sebelumnya, jadi bukan meniru aksi 'blusukan' Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.

Pada kunjungan kali ini, SBY menyempatkan mengunjungi tempat pelelangan ikan sederhana. SBY mendengarkan curhatan masyarakat dari soal BBM sampai limbah. Pak Presiden juga sempat memberikan bantuan dana Rp 100 juta untuk para nelayan.

Tak hanya itu saja, SBY juga dengan pede naik ke atas kursi yang biasa digunakan untuk memimpin lelang ikan agar bisa bertatap muka langsung dengan rakyatnya yang menyemut. Tentu saja SBY tak memimpin lelang ikan, melainkan mengabarkan akan dibangun pemecah ombak di daerah tersebut. SBY juga mengungkap akan adanya bantuan truk sampah dari Kementerian PU. Rakyat pun bersorak mendengar kabar gembira itu.

Namun ada kabar yang lebih melegakan, meskipun bukan rakyat di kawasan pantai tersebut yang merasakan keriangan itu. Dari kampung nelayan bergang sempit itu, SBY mengabarkan tak ada reshuffle kabinet di awal tahun 2013 ini. Kabar ini jelas menenangkan para menteri yang sedang menanti kepastian reshuffle kabinet.

"Saya kira yang ditunggu-tunggu sudah disampaikan. Yang ditunggu kepastian ada reshuffle atau tidak karena para menteri kerjaannya tidak fokus karena memikirkan isu reshuffle," kata Ketua FPKS DPR, Hidayat Nurwahid, kepada detikcom, Jumat (4/1/2013). PKS sampai saat ini memiliki 3 menteri di KIB II.

Tak hanya itu saja, SBY juga mengabarkan bahwa Menpora pengganti Andi Mallarangeng akan diambil dari Partai Demokrat. Hidayat menilai hal ini sangat wajar, karena kursi Menpora memang kapling PD.

"Itu sangat benar sekali, karena itu memang jatahnya PD. Selesailah spekulasi dan selesailah yang berharap hak PD diberikan kepada partai lain," katanya.

Kabar ini juga langsung melegakan para elite PD. "Alhamdulillah, karena itu memang jatahnya PD," kata Waketum PD Max Sopacua.

Kabar dari Pak Presiden ini memang dari tempat tak biasa, tapi hasilnya luar biasa: melegakan para menteri dan para calon menteri. Akankah ada kabar mengejutkan lagi dari blusukan Pak SBY selanjutnya?



Bahan makanan sisa restoran dimanfaatkan oknum pedagang curang. Kemana saja produk olahan mereka dijual? Saksikan penelusurannya di "Reportase Investigasi" pukul 16.45 WIB, hanya di Trans TV.

(van/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000