detikcom
Jumat, 04/01/2013 15:08 WIB

Ambulans Pembawa 2 Jenazah Terduga Teroris di Makassar Dikawal Ketat

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Foto: m nur abdurrahman/detikcom
Makassar - Dua terduga teroris yang ditembak mati di Makassar diberangkatkan menuju Jakarta. Tiap jenazah diangkut satu ambulans dengan kawalan polisi bersenjata lengkap.

Kedua jenazah yang sudah ditempatkan di dalam peti itu dikeluarkan dari kamar mayat RS Bhayangkara Polda Sulselbar sekitar pukul 15.35 Wita, Jumat (4/1/2013). Kemudian peti dimasukkan ke dalam dua ambulans. Sebagian personel Brimob masuk ke ambulans. Sisanya menaiki mobil double cabin milik Brimob. Rombongan tersebut menuju Bandara Sultan Hasanuddin yang jaraknya sekitar 25 km dari RS.

"Akan diterbangkan ke Jakarta untuk autopsi. Untuk hal ini, semua wewenang Mabes Polri," kata Direktur RS Bhayangkara Polda Sulselbar Kombes dr Purwadi ketika ditemui di ruangannya.

Purwadi mengaku tidak tahu, dengan pesawat apa dan jam berapa jenazah akan diterbangkan ke Jakarta. Dia hanya memastikan bahwa kedua jenazah akan diautopsi di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Kedua terduga teroris ditembak di depan masjid yang terletak di kompleks RS Wahidin Sudirohusodo, Tamanlarea, Makassar, Jumat (4/1/2013) sekitar pukul 10.00 Wita. Kemudian polisi membawa kedua jenazah ke RS Bhayangkara untuk diperiksa.

Menurut sumber di kepolisian, keduanya bernama Syamsuddin alias Asmar alias Buswah dan Hasan alias Kholiq. Belum ada penjelasan resmi tentang penembakan ini dan kaitan kedua orang tersebut dengan jaringan teroris.


seorang Bocah SD diadu Berkelahi Oleh temannya Hingga Muntah darah. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.23 WIB, hanya di TRANS TV

(try/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%