detikcom
Jumat, 04/01/2013 15:02 WIB

Sopir Maut Livina Seumur Hidup Tak Boleh Miliki SIM

Pandu Triyuda - detikNews
Jakarta - SIM A sopir maut Livina, Andhika Pradikta (27), diketahui sudah tidak aktif semenjak 2 tahun yang lalu. Pihak kepolisian akan memberikan surat rekomendasi agar Andhika tidak diperbolehkan lagi memiliki SIM.

"Kita rencananya akan ajukan permohonan. Nanti kita akan buat surat rekomendasinya supaya tidak boleh memiliki SIM lagi seumur hidup," ujar Kasatlantas Polres Jaksel, AKBP Hindarsono, saat ditemui wartawan di Mapolres Jaksel, Jalan Wijaya II, Jumat (4/1/13).

Hindarsono mengatakan akan tetap memproses hukum sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan. Karena apa yang dilakukan Andhika cukup fatal hingga menewaskan 2 orang di Jalan Ampera Raya, Jakarta selatan.

"Setelah tabrak motor, itu masih gas tabrak orang (diwarung pecel), masih mau kabur lagi, sampai akhirnya tabrak mobil," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jl Ampera, Jakarta, sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (28/12). Saat itu Nissan Livina B 1796 KFL menyerempet Daihatsu Taruna B 8162 RR. Kemudian mobil Livina itu dikejar oleh Taruna. Dalam pengejaran tersebut, Livina menabrak sejumlah motor, gerobak pecel lele serta tujuh orang yang sedang berada di dekat gerobak. Dua orang tewas dalam kejadian tersebut.

Sang sopir Livina, Andhika Pradikta (27), bersama penumpangnya yang merupakan warga Korea, Hwancheol (27), sempat dihakimi massa sebelum akhirnya diamankan oleh polisi. Kini Andika, Hwancheol, dua jenazah dan dua orang luka berat dirawat ada di RS Fatmawati. Sedangkan korban lainnya dirawat di rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC).

Polisi kemudian memindahkan Andhika ke RS Polri untuk menjalani perawatan, sebelum hari ini, menahannya di Pancoran.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndu/nal)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%