Jumat, 04/01/2013 14:49 WIB

Indeks Korupsi RI Tak Signifikan, KPK: Pelayanan Publik Perlu Dibenahi

Rina Atriana - detikNews
Jakarta - Indeks Persepsi Korupsi (IPK) tahun 2012 dinilai belum menggembirakan oleh Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4). Terkait hal tersebut, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Abraham Samad pun memberi saran. Sistem pengelolaan keuangan belum bekerja dengan baik.

"Kalau IPK masih belum menggembirakan itu berarti sistem pengelolaan keuangan disetiap unit belum bekerja dengan baik, terutama pelayanan publiknya," kata Abraham, kepada detikcom, Jumat (4/1/2013).

Abraham mengatakan pentingnya memperbaiki pelayanan publik karena sistem ini merupakan salah satu komponen dalam menentukan nilai IPK.

"Sistem pelayanan publiknya belum baik, karena salah satu indikator mengukur IPK adalah sistem pelayanan publik," ujar Abraham.

Seperti diketahui sebelumnya, ketua UKP4, Kuntoro Mangkusubroto, memaparkan pada IPK Indonesia belum menggembirakan

"Indeks Persepsi Korupsi kita pada 2012 belum menggembirakan. Skornya 3,2, kalau saya sih inginnya 4 (maksimal)," kata Kuntoro, dalam konfrensi pers di kantornya, Jalan Veteran, Jakarta, Kamis (3/1/2012).

Kuntoro juga menjelaskan, sejumlah faktor yang mempengaruhi pencapaian tersebut di antaranya masih maraknya kolusi, korupsi, dan nepotisme dalam proses pengurusan perizinan usaha. Selain itu, terdapat faktor meningkatnya kasus korupsi yang melibatkan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat, kepala daerah, penegak hukum, dan petugas pajak. "Ada juga konflik Polri-KPK," ujarnya.

(ndr/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    75%
    Kontra
    25%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close