detikcom
Jumat, 04/01/2013 00:00 WIB

Aparat Gagalkan Peredaran 990 Gram Sabu Asal India di Kaltim

Robert - detikNews
Samarinda, - Aparat Bea Cukai Balikpapan dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, menggagalkan peredaran sabu seberat 990 gram. Warga Balikpapan, Heru Purwanto (44), ditetapkan sebagai tersangka dan kini mendekam di sel tahanan Polda Kaltim.

Tersangka dibekuk aparat gabungan, Rabu (2/1/2013) kemarin, bersama dengan paket sabu yang diambilnya dari Kantor Pos Indonesia Balikpapan, di Jl Jenderal Sudirman, Klandasan Ilir, Balikpapan Selatan.

"Lokasi penangkapan di Kantor Pos Balikpapan di Jl Jenderal Sudirman. Satu dos berisi 10 paket sabu seberat 990 gram dibawa tersangka (Heru Purwanto)," kata Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnus Sutirta, saat dihubungi detikcom, Kamis (3/1/2013) malam.

Dijelaskan Wisnu, penangkapan tersangka sekaligus keberhasilan menggagalkan peredaran sabu tersebut berawal dari informasi yang diterima aparat, tentang adanya kiriman paket sabu dari Bombai, India, ke Balikpapan.

"Kiriman paket barang dari Bombai dikirim melalui kantor pos. Belakangan diketahui paket itu adalah sabu. Untuk itu, petugas gabungan langsung bergegas menyelidiki dan menangkap tersangka," ujar Wisnu.

"Tersangka beserta paket barang dari kantor pos yang berisikan sabu itu, langsung dibawa ke kantor Bea Cukai. Saat itu, kita amankan, untuk penyelidikan lebih lanjut," tambahnya.

Dari identitas tersangka, tercatat sebagai warga Jl Dr Sutomo Rt 08 No 172 Kel Sumber Rejo, Balikpapan Tengah. Namun belakangan diketahui, tersangka menyewa kamar kos di Jl Soekarno-Hatta Km 7 Rt 37 No 87 Kelurahan Batu Ampar, Balikpapan Utara.

"Hari ini, Kamis 3 Januari 2013, tersangka dan barang bukti diserahkan ke Ditreskoba Polda Kaltim, untuk kemudian menjalani penyidikan. Mengenai tujuan peredaran sabu di Kaltim dan nilai barang bukti, masih dalam proses lidik dan sidik. Setelah melalui pemeriksaan, nanti baru bisa diketahui," tutup Wisnu.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ahy/spt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%