Kamis, 03/01/2013 23:17 WIB
Biar Aman dari Razia, Puluhan PKL di Pasar Pagi Dipalak Iuran Harian
Menurut salah satu pedagang, Husen, dirinya mengaku setiap hari harus membayar Rp 15 ribu kepada pengurus RW 1 Jalan Perniagaan Utara. Menurutnya, iuran tersebut diperuntukan sebagai uang keamanan.
"Untuk keamanan. Jadi kalau ada trantib, sebelumnya kita bakal dikasih tahu. Jadi PKL bisa aman," kata Husen kepada wartawan saat ditemui, Kamis (3/1/2013)
Husen mengatakan meski dimintai uang iuran setiap hari, pedagang soto asal Jawa Barat itu mengaku tidak rugi.
"Habis mau gimana lagi? Kalau enggak gini, kita enggak bisa aman dagang," ujarnya.
Sementara itu, Camat Tambora, Isnawa Adji, mengaku dirinya tidak merasa aneh dengan iuran yang sering ditarik pengurus RT/RW dari para PKL di Pasar Pagi. Namun dirinya membantah jika ada petugas kecamatan yang membocorkan informasi soal razia kepada PKL.
"Kita tidak pernah kasih tau soal informasi PKL. Dan lagi, saya kalau mau melakukan razia, anak buah saya tidak pernah saya kasih tau mau ke mana," ujar Isnawa yang pernah mendapatkan penghargaan camat terbaik kedua oleh Gubernur DKI Jakarta itu.
Isnawa juga mengatakan jika ingin melakukan razia, pihaknya melakukan saat malam hari, sesudah PKL usai berdagang. Tindakan tersebut dilakukannya untuk menghindari terjadinya bentrok antara petugas Satpol PP dan pedagang.
"Kalau sudah malam, sekitar pukul 21.00 WIB, kita baru razia. Lapak-lapak mereka kita angkut ke truk," ujarnya.
Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(spt/ahy)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
578 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
562 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
524 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
487 share this. -
WNI di Eropa Juga Keluhkan Keamanan Bagasi di Bandara Soetta
310 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita »
-
Rabu, 19/06/2013 10:44 WIB
PKS Terbelah
Tifatul Dorong Evaluasi Internal, Nasir: Tak Ada Pendongkelan Anis Matta
-
Rabu, 19/06/2013 10:41 WIB
11 Petinggi Kodam Diponegoro Diganti
-
Rabu, 19/06/2013 10:35 WIB
Penerus Mega di PDIP
Prananda Si 'Soekarno Kecil' Memilih Tak Nyaleg
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
KY Juga Pantau Sidang Perdana Kasus Cebongan
-
Rabu, 19/06/2013 10:31 WIB
Polisi Tangkap Sopir Truk Gelapkan 19 Ton Besi
-
Rabu, 19/06/2013 10:00 WIB
Keji! Ibu dan Anak Dijadikan Budak Selama 2 Tahun di Amerika
-
Rabu, 19/06/2013 09:03 WIB
"Si Pitung" Kali Pesanggrahan: Jokowi Harus Belajar Sama Gua
-
Rabu, 19/06/2013 09:19 WIB
Tokoh Senior PAN AM Luthfi Meninggal Dunia
-
Rabu, 19/06/2013 10:33 WIB
Prananda Si 'Soekarno Kecil' Memilih Tak Nyaleg
-
Rabu, 19/06/2013 10:12 WIB
Ini Tips Kapolres Bandara Cegah Pencurian Barang di Bagasi
-
Rabu, 19/06/2013 08:22 WIB
Kalah di Parlemen, PDIP Gelar Aksi Tolak Kenaikan Harga BBM Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 09:25 WIB
3 Gaya Unik Jokowi di HUT Jakarta
-
Rabu, 19/06/2013 09:22 WIB
Demo BBM Naik, Ratusan Simpatisan PDIP Kumpul di Tugu Proklamasi
-
427 Komentar
-
358 Komentar
-
291 Komentar
-
258 Komentar
-
228 Komentar
-
209 Komentar
-
197 Komentar
-
196 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 07:26 WIB
Golkar Dukung Apapun Sikap SBY Soal Nasib Menteri PKS
-
Rabu, 19/06/2013 06:27 WIB
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

