detikcom
Kamis, 03/01/2013 22:11 WIB

Polisi Jamin Tak Istimewakan Sel Sopir Maut Livina yang Tewaskan 2 Warga

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Kepolisian menjamin tidak akan memperlakukan istimewa terhadap tersangka Andhika Pradikta (27) yang terlibat kecelakaan lalu lintas di Jl Ampera Raya, Jaksel, dan menewaskan dua warga yang ada di sekitar lokasi kejadian.

"Mau dia anak orang kaya, Insya Allah enggak ada pengistimewaan," kata Kanit Laka Lantas satuan wilayah Jakarta Selatan, Kompol Hindarsono, saat dihubungi detikcom, Kamis (3/1/2013).

Hindarsono menuturkan, selama ini tersangka yang terlibat insiden kecelakaan lalu lintas diperlakukan sama dalam satu sel yang ada di markas Satwil Lantas Jakarta Selatan. Tidak ada sel khusus yang menampung anak pejabat atau pun mereka yang meminta perlakukan khusus selama masa penahanan.

"Enggak ada, kita enggak pernah membedakan tersangka," tegasnya.

Rencananya, Andhika akan dilakukan penahanan Jumat (4/1/2013) besok. Polisi menegaskan, langkah penahanan dilakukan pihaknya setelah penyidik menyatakan alat bukti cukup dan Andhika dinyatakan sehat.

"Minggu-nya kalau memungkinkan akan dilakukan rekonstruksi di lokasi kejadian," terang Hindarsono.

Seperti diberitakan sebelumnya, kecelakaan maut terjadi di Jl Ampera, Jakarta, sekitar pukul 00.30 WIB, Kamis (28/12). Saat itu Nissan Livina B 1796 KFL menyerempet Daihatsu Taruna B 8162 RR. Kemudian mobil Livina itu dikejar oleh Taruna. Dalam pengejaran tersebut, Livina menabrak sejumlah motor, gerobak pecel lele serta tujuh orang yang sedang berada di dekat gerobak. Dua orang tewas dalam kejadian tersebut.

Sang sopir Livina, Andhika Pradikta (27), bersama penumpangnya yang merupakan warga Korea, Hwancheol (27), sempat dihakimi massa sebelum akhirnya diamankan oleh polisi. Kini Andika, Hwancheol, dua jenazah dan dua orang luka berat dirawat ada di RS Fatmawati. Sedangkan korban lainnya dirawat di rumah sakit Jakarta Medical Center (JMC).

(ahy/spt)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel