Detik.com News
Detik.com
Kamis, 03/01/2013 16:01 WIB

Anak Telan Staples Sosis, Produsen Ganti Rp 2,5 Juta

Andi Saputra - detikNews
Anak Telan Staples Sosis, Produsen Ganti Rp 2,5 Juta ilustrasi (dok.detikcom)
Jakarta - Hati-hati memakan sosis instan yang beredar luas di pasaran, terutama anak-anak. Sebab sosis ini diikat dengan staples dari logam dan jika tertelan bisa berakibat fatal.

"Kami baru saja menyelesaikan kasus staples makanan sosis yang tertelan anak kecil," kata Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi saat berbincang dengan detikcom, Kamis (3/1/2013).

Dalam kasus yang diterima YLKI, orang tua melaporkan anaknya yang memakan sosis instan. Saat sang anak memakan, staples dari logam yang membungkus kedua ujung sosis ikut tertelan. Tak berselang lama, anak tersebut menderita sakit perut dan harus berobat ke dokter.

"Ibunya lalu menggugat produsen sosis untuk mengganti biaya berobat Rp 2,5 juta. Produsen tersebut menyanggupi permintaan ini," ujar Tulus.

Nah, dirinya keberatan saat keluarga anak menggugat perusahaan sosis sebesar Rp 2 miliar dengan alasan telah timbul kerugian immateriil. YLKI keberatan dengan langkah keluarga tersebut karena tidak rasional dan terukur.

"Dia tidak bisa mendeskripsikan secara rasional mengapa ada kerugian immateril Rp 2 miliar," beber Tulus.

Atas kejadian ini, YLKI mengimbau konsumen Indonesia untuk cerdas saat mengajukan gugatan kepada produsen. Dalam mendeskripsikan kerugian yang dialami dengan terukur dan rasional.

"Seperti kasus gugatan AirAsia yang membatalkan penerbangan, kerugian immateril seorang penumpang Rp 50 juta itu masih rasional, jadi dikabulkan MA," ungkap Tulus.

Ketidakrasionalitasan konsumen tersebut tercermin dari seorang penumpang Lion Air yang mengaku memasukkan perhiasan Rp 2,9 miliar ke tas yang dimasukkan ke bagasi pesawat.

"Kalaupun benar ada perhiasan itu, jelas penumpang itu salah. Sebab dalam tiket jelas tertulis penumpang dilarang memasukkan barang berharga ke dalam bagasi pesawat. Konsumen juga harus teliti," tandas Tulus.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%