Detik.com News
Detik.com
Kamis, 03/01/2013 16:01 WIB

Versi Polisi: Luxio Ditemukan 50 M dari TKP, Sopir Ikut Bantu Korban

M Iqbal - detikNews
Versi Polisi: Luxio Ditemukan 50 M dari TKP, Sopir Ikut Bantu Korban
Jakarta - Saksi mata Rangga Nugraha yang mengemudikan Avanza di belakang mobil BMW X5 milik Rasyid Amrullah Rajasa melihat tidak ada Daihatsu Luxio di lokasi kecelakaan. Namun menurut polisi, Luxio ditemukan 50 meter dari lokasi kejadian.

"Mobilnya diamankan di lokasi, 50 meter dari lokasi kejadian," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjawab pertanyaan wartawan di Polda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Kamis (3/1/2013).

Menurut Rikwanto, Luxio lalu dibawa ke kantor polisi Pancoran pada Selasa (1/1/2013) malam. "Sebelumnya diamankan dulu di pinggir jalan (tol)," kata Rikwanto.

Rikwanto juga menjelaskan bahwa sopir Luxio yang bernama Frans Jonar Sirait turut membantu korban, yang merupakan penumpang omprengannya.

"Sopir (Luxio) ikut membantu menolong. Jadi si Luxio, si Rasyid ikut membantu menolong korban," ujarnya.

PT Jasa Marga selaku pengelola tol Jagorawi juga menyatakan Luxio ditemukan tak jauh dari TKP.

"Masih dekat, masih sekitar situ. Kan nggak mungkin menghilang jauh-jauh," demikian kata Dirut PT Jasa Marga, Adityawarman saat ditanya wartawan di kantor pusat PT Jasa Marga, Jalan Plasa Tol Taman Mini, Jakarta Timur, Kamis (3/1/2013).

Sementara itu, saksi mata Rangga Nugraha yang turut membantu korban mengaku tidak bisa memastikan apakah sopir Luxio juga turut membantu evakuasi korban.

"Saya nggak bisa memastikan, wong mukanya saja saya nggak tahu yang mana. Yang pasti yang saya lihat tidak ada Luxio di sana," ujar Rangga yang turut mengangkut korban luka ke RS UKI dengan mobil Avanza-nya saat dikonfirmasi detikcom.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
90%
Kontra
10%