Detik.com News
Detik.com
Rabu, 02/01/2013 12:27 WIB

Pendaki Unhas & UGM yang Hilang di Gowa Ditemukan Selamat

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Makassar - Tim SAR menemukan pendaki asal Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar dan Univesitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta yang dilaporkan hilang di Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Semuanya selamat.

Kepala Badan SAR Nasional Makassar, Rocky Asikin, menyatakan, sebelumnya, SAR menerima laporan 9 pendaki hilang. Tapi setelah menyisir jalur pendakian, mereka menemukan 15 orang. "Semuanya selamat," kata Rocky ketika dihubungi detikcom, Rabu (2/1/2013).

Rocky menyebut, ke-15 pendaki tersebut ditemukan sekitar pukul 11.40 Wita di ruang terbuka yang biasa disebut Pos 5. Oleh tim SAR, mereka dibawa turun ke pos evakuasi Lebanna, kaki Gunung Bawakaraeng, Kabupaten Gowa.

"Untuk identitas lengkapnya, masih kami data," jelas Rocky.

Rombongan sebenarnya berjumlah 19 orang. Empat orang di antaranya sudah lebih dulu turun dan meminta pertolongan. Berdasarkan data tim SAR, mahasiswa yang hilang terdiri dari 5 laki-laki dan 4 perempuan. Masing-masing adalah Nasir (40), Ishak (28), Simon (24), Supriadi (23), Mairi (23), Indah (24), Nia (24), Kiki (23), dan Ria (22).

"Kami terima infonya tengah malam tadi. Tim langsung menyisir jalur pendakian," ungkap Rocky.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%