detikcom
Selasa, 01/01/2013 14:35 WIB

Bus Gandeng TransJakarta Baru Asal China Mulai Beroperasi Hari Ini

Mega Putra Ratya - detikNews
Halaman 1 dari 2
Armada baru TransJ / Agung Pambudhy (detikcom)
Jakarta - Bus gandeng TransJakarta asal China Zhong Tong mulai beroperasi, hari ini Selasa (1/1). Bus gandeng tersebut melayani jalur Koridor I Blok M-Kota.

"Hari ini 10 unit sudah diuji coba," jelas Kepala BLU TransJakarta M Akbar kepada detikcom, Selasa (1/1/2012).

Akbar mengatakan uji coba yang dilakukan hari ini sudah mulai mengangkut penumpang. Fasilitas yang ada di armada baru ini sama dengan bus lainnya hanya saja ditambah Circuit Closed Television (CCTV).

"Secara prinsip sama dengan bus lain, menggunakan bahan bakar gas, pintu otomatis, namun bus baru ini ditambah kamera CCTV," imbuhnya.

Total bus gandeng armada baru yang dioperasikan oleh Damri ini berjumlah 66 bus. Namun baru 23 bus yang tiba dan sisanya 43 bus akan tiba sekitar 5-7 Januari 2013.

"Semuanya melayani koridor I Blok M - Kota," jelasnya.

Penambahan armada ini, lanjut Akbar, untuk menekan waktu tunggu bus TransJakarta yang selama ini dikeluhkan oleh masyarakat. Diharapkan dengan penambahan armada baru ini akan membuat para pengendara kendaraan pribadi mau beralih ke TransJakarta.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mpr/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
46%
Kontra
54%