detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Jumat, 18/04/2014 12:32 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Minggu, 30/12/2012 15:00 WIB

Polisi Ganti Spion Mobil yang Dipatahkan Anggota Brimob di Bogor

Andri Haryanto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Aksi Jhony direkam kamera
Jakarta - Polri telah melakukan tindakan tegas terhadap Briptu Jhony, anggota Brimob Kedung Halang yang marah-marah kepada pengendara mobil Honda City B 8543 CK di Kedung Halang, Bogor. Polri juga menyatakan akan mengganti spion mobil yang dipatahkan personel dari kesatuan berlambang teratai tersebut.

"Pimpinannya juga saya minta mengganti spion mobil korban," tegas Kadiv Humas Polri, Irjen Suhardi Aliyus, kepada detikcom, Minggu (30/12/2012).

Menurut dia, saat ini yang bersangkutan telah menjanai hukuman kurungan sel. Hukuman tersebut, kata Suhardi, mulai diberikan semalam usai personel tersebut diperiksan Provost kesatuan yang menaungi Briptu Jhony.

"Minimal kurungan 14 sampai 21 hari," ujar Suhardi.

Jenderal bintang dua dan juga eks Wakil Kapolda Metro Jaya ini mengatakan, dirinya langsung berkoordinasi dengan Polresta Bogor sejak adanya laporan personel Brimob yang melakukan perusakan tersebut.

"Begitu dapat info dari masyarakat jam 17.00 WIB (Sabtu, 29/12), saya langsung lacak pelakunya lewat Polresta Bogor dan nomor kendaraannya," beber Suhardi.

Perilaku Briptu Jhony, ujar Suhardi, terbilang merusak citra kepolisian. Terlebih polisi sendiri tengah berbenah diri dalam menghadapi terpaan citra miring di masyarakat.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ahy/nrl)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close