detikcom
Sabtu, 29/12/2012 20:18 WIB

PD Buka Peluang Capreskan JK

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berpeluang dicapreskan oleh Partai Demokrat (PD) dalam Pilpres 2014 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua DPP Demokrat Jafar Hafsah dalam keterangan persnya di Warkop Lagaligo, Makassar, sabtu (29/12/2012).

"Saat ini belum ada nama yang fix dicalonkan oleh Demokrat, meski demikian tokoh dari luar Demokrat juga berpeluang dicapreskan. Seperti figur Jusuf Kalla, beliau bisa dikombinasikan dengan kader Demokrat," ujar Jafar yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI.

Menurut Jafar, JK bukanlah figur yang asing bagi PD. Terlebih bagi Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kurun 2004-2009 lalu, lanjut Jafar, JK berhasil mendampingi SBY dalam menjalankan pemerintahan yang bergelimang prestasi.

"Saya bersahabat dengan JK sudah lebih dari 30 tahun, komunikasi kami tak pernah putus, saya kenal karakter beliau, dia memiliki kapabilitas dan popularitas. Sebagai senior ketika masih jadi aktivis HMI di Makassar, JK mengajari kami banyak hal," sanjung politisi kelahiran Soppeng, Sulsel, ini.

Saat ini, lanjut Jafar, pengurus DPP Demokrat masih terkonsentrasi untuk menghadapi pemilu legislatif, dengan target batas minimum meraih 15 persen suara, sesuai yang disampaikan SBY selaku Ketua Wanbin Demokrat dalam Silatnas Demokrat di Sentul dua pekan silam. Meski demikian, pihaknya tetap memikirkan untuk mencari figur pas untuk dicalonkan di Pilpres 2014 mendatang.

Sementara itu, pada rabu kemarin (26/12/2012), Taufiq Kiemas mengajak serta putrinya, Puan Maharani menemui Presiden SBY di Istana Negara. Sejumlah pihak melihat pertemuan ini sangat bernuansa politik untuk peluang koalisi Demokrat-PDIP dan bagian dari rencana panjang Taufiq mempersiapkan masa depan politik putrinya.


Korban salah tangkap dibakar hidup hidup dan ditembak agar mengakui tuduhan. Saksikan "Reportase Sore" TRANS TV tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mna/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
53%
Kontra
47%