detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Rabu, 16/04/2014 23:16 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Sabtu, 29/12/2012 20:18 WIB

PD Buka Peluang Capreskan JK

Muhammad Nur Abdurrahman - detikNews
Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berpeluang dicapreskan oleh Partai Demokrat (PD) dalam Pilpres 2014 mendatang. Hal ini disampaikan Ketua DPP Demokrat Jafar Hafsah dalam keterangan persnya di Warkop Lagaligo, Makassar, sabtu (29/12/2012).

"Saat ini belum ada nama yang fix dicalonkan oleh Demokrat, meski demikian tokoh dari luar Demokrat juga berpeluang dicapreskan. Seperti figur Jusuf Kalla, beliau bisa dikombinasikan dengan kader Demokrat," ujar Jafar yang juga menjabat Ketua Fraksi Partai Demokrat MPR RI.

Menurut Jafar, JK bukanlah figur yang asing bagi PD. Terlebih bagi Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dalam kurun 2004-2009 lalu, lanjut Jafar, JK berhasil mendampingi SBY dalam menjalankan pemerintahan yang bergelimang prestasi.

"Saya bersahabat dengan JK sudah lebih dari 30 tahun, komunikasi kami tak pernah putus, saya kenal karakter beliau, dia memiliki kapabilitas dan popularitas. Sebagai senior ketika masih jadi aktivis HMI di Makassar, JK mengajari kami banyak hal," sanjung politisi kelahiran Soppeng, Sulsel, ini.

Saat ini, lanjut Jafar, pengurus DPP Demokrat masih terkonsentrasi untuk menghadapi pemilu legislatif, dengan target batas minimum meraih 15 persen suara, sesuai yang disampaikan SBY selaku Ketua Wanbin Demokrat dalam Silatnas Demokrat di Sentul dua pekan silam. Meski demikian, pihaknya tetap memikirkan untuk mencari figur pas untuk dicalonkan di Pilpres 2014 mendatang.

Sementara itu, pada rabu kemarin (26/12/2012), Taufiq Kiemas mengajak serta putrinya, Puan Maharani menemui Presiden SBY di Istana Negara. Sejumlah pihak melihat pertemuan ini sangat bernuansa politik untuk peluang koalisi Demokrat-PDIP dan bagian dari rencana panjang Taufiq mempersiapkan masa depan politik putrinya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(mna/trq)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
87%
Kontra
13%