detikcom

Sabtu, 29/12/2012 14:26 WIB

Ikadin Harap Konflik Organisasi Advokat Bisa Selesai Tahun 2013

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Todung Mulya Lubis (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Persoalan antar advokat Indonesia yang tak kunjung usai, menjadi salah satu isu menarik dalam dunia penegakan hukum sepanjang tahun 2012. Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) pun bertekad mendorong perubahan Undang-undang Advokat agar persoalan tersebut bisa segera diselesaikan pada tahun 2013 mendatang.

Ketua Ikadin Todung Mulya Lubis menjelaskan, keberadaan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat menjadi sumber perpecahan dalam tubuh dunia advokat. Pada awalnya, jelas Todung, ada ide untuk memiliki satu wadah. Tapi, lanjutnya, dalam perjalanannya wadah tunggal tersebut tidak sehat dan menimbulkan banyak persoalan sehingga wadah tunggal ditinggalkan.

"Dalam alam demokrasi di Indonesia, kami berpendapat bahwa sudah waktunya kemajemukan advokat menjadi pilihan, sehingga semua bisa berdampingan, berjalan bersama, berkompetisi dengan sehat, sehingga profesionalitas bisa ditingkatkan," ujar Todung Mulya Lubis kepada wartawan dalam penyampaian Catatan Akhir Tahun Ikadin di kantornya, Gedung Equity Tower, Jalan Sudirman, Jakarta, Sabtu (29/12/2012).

Todung menilai, kondisi dengan beragamnya organisasi advokat akan lebih baik bagi praktik penegakan hukum di Indonesia. Menurutnya, keberadaan wadah tunggal dalam dunia advokat justru memberikan kerugian bagi advokat itu sendiri.

"Di daerah banyak advokat yang tidak bisa berperkara. Yang jadi korban tidak hanya advokat, tapi juga pencari keadilan," terangnya.

"Kita harap perubahan Undang-undang Advokat akan memberikan dasar yang lebih kuat bagi keberadaan advokat," harap Todung.

Lebih lanjut, Todung menyatakan, Ikadin telah mengajukan usulan perubahan undang-undang ini kepada DPR dan telah masuk pembahasan legislasi untuk tahun tahun 2013 mendatang.

"Kita harap kawan-kawan DPR memberi dukungan, sehingga konflik tidak terus-menerus dipertahankan dan merusak iklim penegakan hukum," tandasnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nvc/gah)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%