Detik.com News
Detik.com
Jumat, 28/12/2012 17:19 WIB

Pungli Rp 1,2 T di KUA

Ini Jeritan Pengalaman 'Ditodong' Petugas KUA Saat Urus Surat Nikah

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 5
Ini Jeritan Pengalaman Ditodong Petugas KUA Saat Urus Surat Nikah
Jakarta - Ketidaktahuan tentang peraturan yang mencantumkan tarif resmi biaya administrasi pernikahan di Kantor Urusan Agama (KUA) membuat para calon pengantin pasrah bila dimintai sejumlah uang, kendati tak berkuitansi. Berikut jeritan mereka, para pembaca detikcom yang pernah 'ditodong' petugas KUA.

Iwan Abdurrahman

Saya menikah pada tanggal awal September 1998, sebenarnya yang mengurus administrasi pernikahan saya adalah almarhum ayah saya sendiri. Karena ayah saya Guru PNS di Depag dan katanya dia ada kenalan di KUA (menyebutkan KUA di kawasan Jakarta Selatan, red).

Singkat cerita, alm ayah saya menginformasikan sudah dapat penghulu/petugas pencatat nikah yang akan hadir di pernikahan saya nanti. Saya tinggal menyelesaikan biayanya sebesar Rp 400.000 dan pada hari dan jam yang ditentukan saya diminta datang ke KUA untuk melunasi biaya tersebut.

Pada hari tersebut saya datang ke KUA dan di sana saya bilang ingin bertemu dengan bapak A. Ternyata Bapak A sedang keluar kantor. Saya mengatakan ingin membayar biaya nikah, bukannya mereka mengarahkan saya ke loket pembayaran atau kasir tetapi mereka mengarahkan saya untuk ketemu dengan bapak B di mejanya.

Kepada bapak B saya sampaikan keperluan saya dan bapak B bilang 'Berapa biayanya?' Saya balik tanya 'Loh emang biayanya berapa?'. Saya bilang alm ayah saya kenal dengan bapak A dan biaya sebesar Rp 400 ribu berdasarkan informasi dari ayah saya. Kemudian bapak B balik bertanya 'Siapa nama bapaknya?' Saya bilang namanya bapak C.

Kemudian saya keluarkan uang dari dalam amplop waktu itu pecahan Rp 10 ribu semua (pada waktu itu pecahan di ATM masih Rp 10 ribu dan Rp 20 ribu), sengaja saya bawa lebih. Saya ambil Rp 400 ribu dari amplop, kemudian saya serahkan. Bapak B menghitung uang yang saya berikan.Next

Halaman 1 2 3 4 5

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/mok)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%