Jumat, 28/12/2012 11:39 WIB

Bunuh & Mutilasi ABG 16 Tahun, Petugas Keamanan Malaysia Dihukum Gantung

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
Ilustrasi
Kuala Lumpur - Sungguh tak diduga. Seorang petugas keamanan di Malaysia yang seharusnya menjaga keselamatan orang lain, justru terlibat kasus pembunuhan. Pria berusia 47 tahun ini divonis mati karena membunuh dan memutilasi seorang remaja perempuan berusia 16 tahun.

Dalam persidangan seperti dilansir Asia One, Jumat (28/12/2012), hakim Pengadilan Tinggi Johor Baru, Datuk Abdul Halim Aman menyebut terdakwa yang bernama D Kalaiselvan sangat tak berperikemanusiaan dan berdarah dingin. Sebabnya, Kalaiselvan juga memutilasi jasad korban setelah dibunuh.

Kasus ini terjadi pada 18 Juni 2011 lalu di sebuah kompleks pemukiman di perkebunan kelapa sawit setempat. Korban bernama Nur Rahayu Qomarodin dan baru berusia 16 tahun.

Terungkap dalam persidangan, bahwa Kalaiselvan dan seorang rekannya yang masih buron, membunuh Rahayu di pinggir Sungai Masai yang ada di dalam kompleks pemukiman tersebut pada dini hari. Kemudian Kalaiselvan memutilasi jasad Rahayu menjadi beberapa bagian dan membakarnya dengan bensin.

Potongan jasad Rahayu ditemukan dalam keadaan hangus di dua lokasi terpisah pada 3 Juli 2011 lalu.

"Tindakan kejam Anda menunjukkan bahwa Anda berniat memusnahkan seluruh bukti yang ada. Ketika Anda diambil sumpahnya di dalam persidangan, Anda membantah seluruh dakwaan yang dijeratkan kepada Anda dan bahkan Anda menyebut-nyebut seseorang bernama Sivarasa sebagai dalang di balik pembunuhan tersebut," ujar hakim Abdul Halim.

Saat hakim menjatuhkan vonis mati kepadanya, Kalaiselvan terlihat tenang-tenang saja. Tidak disebutkan lebih lanjut motif Kalaiselvan melakukan pembunuhan tersebut.

Sementara ayah korban, Kamarudin Bajuri (48) menanggapi vonis ini dengan emosional. "Keadilan telah ditegakkan. Keadilan telah ditegakkan," ujar Kamrudin yang berprofesi sebagai kontraktor ini.

Persidangan kasus Kalaiselvan ini memakan waktu 18 bulan dengan menghadirkan total 18 orang saksi. Eksekusi mati di Malaysia dilakukan dengan cara digantung.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(nvc/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%