detikcom

Jumat, 28/12/2012 08:41 WIB

Ckckck... Hakim Cantik Selingkuhi Suami Hakim Teman Sekantor

Andi Saputra - detikNews
ilustrasi (thinkstock)
Jakarta - Bak kisah sinetron, hakim cantik ADA ternyata menyelingkuhi suami teman sekantornya yaitu sesama hakim. Padahal hakim ADA yang kini bertugas di PN Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) pernah mendapat hukuman disiplin untuk kasus yang sama.

"Benar," kata Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY), Imam Anshori Saleh saat dihubungi detikcom, Jumat (28/12/2012).

Hakim ADA dengan hakim perempuan X satu kantor di pengadilan yang sama. Entah mengapa, hakim ADA terlibat asmara dengan suami temannya sendiri. "Hakim ADA direkomendasikan untuk diberhentikan dengan tidak hormat," ujar Imam.

Hal ini senada dengan pernyataan Ketua MA, Hatta Ali. MA sendiri pernah melakukan penyelidikan atas dugaan selingkuh tersebut tetapi hasilnya nihil.

"Inisial hakim 'ADA', adalah kepada dituduhkan salah seorang hakim yang bertugas PN Simalungun. Kalau terbukti ya, kalau tidak ya kasihan karena dia punya keluarga juga," kata Ketua MA Hatta Ali, kemarin.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(asp/fjp)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%