detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 08:06 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 28/12/2012 08:41 WIB

Ckckck... Hakim Cantik Selingkuhi Suami Hakim Teman Sekantor

Andi Saputra - detikNews
ilustrasi (thinkstock)
Jakarta - Bak kisah sinetron, hakim cantik ADA ternyata menyelingkuhi suami teman sekantornya yaitu sesama hakim. Padahal hakim ADA yang kini bertugas di PN Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) pernah mendapat hukuman disiplin untuk kasus yang sama.

"Benar," kata Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY), Imam Anshori Saleh saat dihubungi detikcom, Jumat (28/12/2012).

Hakim ADA dengan hakim perempuan X satu kantor di pengadilan yang sama. Entah mengapa, hakim ADA terlibat asmara dengan suami temannya sendiri. "Hakim ADA direkomendasikan untuk diberhentikan dengan tidak hormat," ujar Imam.

Hal ini senada dengan pernyataan Ketua MA, Hatta Ali. MA sendiri pernah melakukan penyelidikan atas dugaan selingkuh tersebut tetapi hasilnya nihil.

"Inisial hakim 'ADA', adalah kepada dituduhkan salah seorang hakim yang bertugas PN Simalungun. Kalau terbukti ya, kalau tidak ya kasihan karena dia punya keluarga juga," kata Ketua MA Hatta Ali, kemarin.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(asp/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%