detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 04:58 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 26/12/2012 12:49 WIB

Berkoalisi di Pilgub Riau, PDIP-PKB Riau Sama-sama Ngotot Ajukan Cagub

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Eks Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Lukman Edy terancam gagal maju sebagai calon gubernur Riau 2013. PDIP sebagai partai koalisi PKB tetap ingin mengusung kadernya sebagai bakal calon gubernur.

PDIP dan PKB di Riau menandatangani kontrak koalisi untuk menyongsong Pilgub Riau 2013 mendatang. PKB mengusung Lukman Edy yang kini anggota DPR RI asal Riau sebagai kandidat gubernur. Namun sebaliknya, DPP PDIP tetap bersikeras akan mengusung kader terbaiknya di Riau, Suryadi Kusaini yang telah menjalani fit and proper test.

Suryadi yang juga Ketua DPD PDIP Riau itu kabarnya akan tetap diusung sebagai bakal calon gubernur. Bila demikian, maka dengan sendirinya koalisi kedua partai ini terancam bubar di tengah jalan.

Namun ancaman tersebut dibantah Suryadi. Kepada detikcom, Rabu (26/12/2012) dia membenarkan bila DPP PDIP tetap menginginkan kadernya maju sebagai kandidat gubernur, bukan wakil gubernur. Namun katanya, kendati PKB tetap menginginkan posisi gubernur, hal itu akan dibicarakan pucuk pimpinan partai di Jakarta.

"Memang DPP PDIP menginginkan saya sebagai kandidat gubernur. Tapi kan hal itu masih akan dikaji lebih dalam sampai akhir Februari mendatang untuk melihat hasil survei. Jadi saya kira koalisi kami tidak akan terancam bubar," kata Suryadi.

Sementara itu, pengamat politik yang juga aktivis Advokasi Publik, Rawa El Amady kepada detikcom mengatakan, kedua tokoh Riau itu secara politik etnis untuk maju sebagai pasangan pemimpin Riau peluangnya sangat kecil.

"Secara ketokohan keduanya biasa-biasa saja. Lukman Edy itu posisinya lebih tepat mencalonkan bupati Indragiri Hilir di kampungnya sana karena basis etnisnya sangat kuat. Antara Lukman Edy dan Suryadi Kusaini susah dijual," kata Rawa.

Menurut Rawa, DPP PDIP harus menakar ulang untuk calonnya di Riau. Bila merujuk yang dicalonkan PDIP di Jakarta, pasangan Jokowi dan Ahok, maka untuk di Riau, harus dicalonkan figur yang layak jual dan punya visi dan misi yang jelas.

"Kalau tetap memaksakan kehendak, maka kita memprediksi sia-sia saja calon yang diusung PDIP itu. Lukman Edy itu tidak punya gebrakan apapun di Riau, Suryadi sudah dua kali gagal sebagai calon wakil gubernur Riau. Sebaiknya, DPP PDIP sebelum memutuskan siapa kandidatnya, mestinya mikir dua kali untuk mencalonkan mereka," kata Rawa.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(cha/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%
MustRead close