Detik.com News
Detik.com
Rabu, 26/12/2012 08:19 WIB

Tahun Baru, Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan Deras

Danu Damarjati - detikNews
Tahun Baru, Jakarta Diperkirakan Diguyur Hujan Deras
Jakarta - Pergantian tahun tinggal lima hari lagi. Masyarakat harus siap-siap diguyur hujan pada malam tahun baru, karena tren musim penghujan diperkirakan naik pada bulan Desember.

"Cuaca hujan seperti akhir-akhir ini maksimum sampai seminggu ke depan. Untuk satu hingga tiga hari ke depan cuaca relatif masih sama," kata Kasubdit Informasi BMKG Hari Tirto Djatmiko kepada detikcom, Rabu (26/12/2012).

Empat hari belakangan ini, cuaca wilayah Jakarta dan sekitarnya cenderung didominasi hujan lebat. Ini terjadi karena tren kenaikan curah hujan terjadi pada bulan November dan Desember tahun ini. Ini akan disusul oleh puncak musim penghujan pada bulan Januari dan Februari.

Curah hujan empat hari terakhir berkisar antara 72 mm sampai 189 mm per hari. Ini berarti masuk kriteria lebat hingga sangat lebat. Curah hujan antara 50 mm sampai 100 mm sudah tergolong lebat, sementara diatas 100 tergolong sangat lebat.

"Kalau Jabodetabek puncak musim penghujannya bulan Januari dan Februari. Tapi sudah dikasih rambu-rambu sebelumnya. Indikasinya dari November ke Desember sudah ada tren peningkatan curah hujan," tutur Hari menjelaskan perkiraan puncak musim penghujan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rmd)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%