detikcom
Selasa, 25/12/2012 15:26 WIB

KY: Banyak Hakim Cantik, yang Direkomendasikan Dipecat Bukan Deva

Andi Saputra - detikNews
Deva/dok pribadi
Jakarta - Menanggapi berbagai informasi tidak akurat di dunia maya soal hakim cantik yang direkomendasikan dipecat, Komisi Yudisial (KY) prihatin. KY menegaskan yang akan direkomendasikan bukan Deva Indah, hakim yang juga finalis Miss Indonesia 2006.

"Bukan hakim Deva! Hakim yang cantik kan bukan hanya Deva," kata Wakil Ketua KY Imam Anshori Saleh saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/12/2012).

KY membenarkan merekomendasikan seorang hakim perempuan untuk diberhentikan dengan tidak hormat. Namun KY tidak pernah menyebut identitas hakim cantik tersebut.

"Saya nggak pernah mengait-ngaitkan ke dia," papar Imam.

Hingga hari ini Deva bersih dari berbagai masalah. Dia juga tak pernah dilaporkan satu kali pun ke KY.

"Tidak mungkin hakim yang tak pernah dilaporkan ke KY, apalagi juga tak pernah dipanggil, sampai diusulkan sanksi pemecatan," papar mantan anggota DPR ini.

"Hakim yang cantik kan bukan hanya Deva," tandas Imam lagi.

Hakim Deva Indah yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang, Jawa Barat, sangat kaget dirinya dikaitkan dengan isu itu. "Saya sangat kaget kok ada foto saya di internet? Kok bisa saya dikaitkan, yang jelas itu bukan saya," kata Deva saat berbincang dengan detikcom.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Ansori Saleh, menyatakan hakim selingkuh terancam dipecat itu berasal dari PN daerah Sumatera Utara.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%