detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 09:20 , Sumber : Radio Republik Indonesia

Selasa, 25/12/2012 10:02 WIB

Disebut-sebut sebagai Hakim Cantik yang Selingkuh, Hakim Deva Kaget

Andi Saputra - detikNews
Hakim Deva (Dok Pribadi)
Jakarta - Beredarnya kabar seorang hakim cantik yang akan dipecat karena selingkuh dengan seorang polisi membuat para hakim di seluruh Indonesia kaget. Bahkan, kabar burung di internet menyebutkan hakim Deva Indah sebagai hakim yang akan dipecat karena melakukan pelanggaran kode etik tersebut.

Menanggapi hal ini, hakim Deva Indah yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) Sumedang, Jawa Barat, sangat kaget. "Saya sangat kaget kok ada foto saya di internet? Kok bisa saya dikaitkan, yang jelas itu bukan saya," kata Deva saat berbincang dengan detikcom, Selasa (25/12/2012).
Sebelumnya Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Ansori Saleh menyatakan hakim selingkuh yang terancam dipecat itu berasal dari PN daerah Sumatera Utara.

"Sebelum di Sumedang, saya bertugas di PN Muara Bulian, Jambi, jadi itu benar-benar bukan saya. Karena saya juga tidak pernah bertugas di Sumatera Utara," sambungnya.

Menyikapi fotonya yang banyak beredar di dunia maya dan dikaitkan dengan isu hakim selingkuh, Deva tidak akan segan menempuh jalur hukum. Langkah tersebut akan dilakukan Deva, jika foto-foto itu terus beredar di internet.

"Kalau masih ada yang memberitakan, forward, mengedarkan dan mempublikasikan, saya tidak akan segan-segan menempuh jalur hukum dan menggugat. Saya akan telusuri peng-upload nya!" tegas Deva.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan KY telah merekomendasikan hakim cantik tersebut untuk dipecat lewat pengadilan etik. Hakim perempuan itu akan diadili di Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dilakukan antara Mahkamah Agung (MA)-KY pada awal Januari 2013.

"Iya, ada satu hakim direkomendasikan dipecat. Dia perempuan," kata Imam.



Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(rvk/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%