Detik.com News
Detik.com
Sabtu, 22/12/2012 14:14 WIB

Duh! Pondok Cabe-Lebak Bulus Macet Parah, Butuh 3 Jam Menembusnya

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Kawasan Pondok Cabe menuju Lebak Bulus, Jaksel mengalami kemacetan parah di akhir pekan ini. Untuk menembus rute dari Pondok Cabe hingga Lebak bulus membutuhkan waktu sekurangnya 3 jam. Waduuh!

Seperti yang dialami Rita (34), dia mesti menembus jalur itu dengan angkutan umum selama 3 jam. "Macet parah, mobil jalan sedikit-sedikit terus berhenti," jelas Rita saat berbincang, Sabtu (22/12/2012).

Rita berangkat dari rumahnya di Pamulang sekitar pukul 09.00 WIB. Dia hendak bepergian ke kawasan Cilandak. "Pokoknya sejak masuk Pondok Cabe langsung tak bergerak, macet," imbuhnya.

Diduga kemacetan karena padatnya arus kendaraan. Apalagi di sepanjang kawasan itu banyak terdapat gang-gang atau pertigaan tempat keluar masuk kendaraan.

Rita baru tiba di kawasan Lebak Bulus sekitar pukul 12.15 WIB. Kemacetan panjang ini juga diduga karena di sekolah-sekolah dilakukan pembagian rapor. Nah, jalur Pondok Cabe via Ciputat hingga Lebak Bulus banyak juga terdapat sekolah.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fjp/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%