Sabtu, 22/12/2012 12:46 WIB

Hari ke-68 Jokowi

Hadiri Sunatan Massal, Ahok: Sakit Nggak?

Ganesha Al Fath - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Meski hari libur, jadwal kegiatan Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tetap padat. Salah satunya, Ahok menghadiri acara sunatan massal di Tanah Sereal, Jakarta Barat.

Acara Bakti Sosial dan Sunatan Massal digelar di kantor Lurah Tanah Sereal, Jalan Mansyur nomor 116, Jakarta Barat, Sabtu (22/12/2012). Acara ini diselenggarakan untuk menyambut Tahun Baru 2013.

Ahok yang didampingi 2 ajudan itu tiba di lokasi dengan menggunakan mobil Kijang Innova warna bernopol B 1542 SMZ.

Ayah 3 anak ini disambut Lurah Tanah Sereal Untung Hartono. Ahok yang terbalut baju batik warna biru langsung masuk ke ruangan tempat digelar sunatan massal.

Di ruangan itu, ada 3 tempat tidur yang akan digunakan untuk peserta sunatan massal. Dua bocah tampak sedang 'dieksekusi' oleh 3 orang dokter yang memakai rompi warna biru. Rencananya, ada 50 anak yang hendak disunat.

Ahok menghampiri seorang bocah peserta sunat. Ia menyapa sang bocah dengan ramah.

"Sakit nggak?" kata Ahok ramah.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(aan/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%