detikcom
Sabtu, 22/12/2012 11:16 WIB

Kronologi Kecelakaan Bus Vs Truk di Cipularang yang Tewaskan 7 Orang

Indra Subagja - detikNews
Dok. Polres Cimahi
Jakarta - Kecelakaan maut terjadi di Tol Cipularang Km 101 arah Jakarta. Bus pariwisata Tri Star bernopol R 1696 EA menabrak truk pasir bernopol B 8752 SYT. 7 Penumpang bus tewas karena kecelakaan itu.

"Bus melaju dengan kecepatan 60-70 Km/jam. Bagian kiri bus menabrak bagian belakang truk karena sopir mengantuk," kata Kanit Laka Lantas Polsek Cikamunik, Cimahi Ipda Asep saat dikonfirmasi, Sabtu (22/12/2012).

Total penumpang 36 orang termasuk sopir dan kondektur. Sang sopir selamat dan hanya mengalami luka ringan, sedang kondektur tewas. Berikut kronologi kecelakaan maut itu.

Pukul 23.00 WIB
- Bus berangkat dari Purwokerto tujuan ke Jakarta. Bus hendak berwisata ke sejumlah tempat, salah satunya Ragunan.

Pukul 03.45 WIB
- Sopir bus bernama Sarjimin mengantuk, bus oleng dan menabrak pantat belakang truk yang sedang melaju di jalur lambat. Bagian kiri bus yang menghantam bagian belakang truk.
Kondektur bernawa Wahyu duduk di dekat pintu depan bus. Dia mengalami luka paling parah dan tewas di lokasi.

Pukul 04.15 WIB
- Petugas berada di lokasi dan segera melakukan evakuasi. 7 korban tewas di tempat dan 2 luka berat. Korban dibawa ke RS MH Thamrin dan RS Efarina Etaham. Kecelakaan itu juga mengakibatkan lalu lintas tersendat.

Pukul 06.30 WIB
- Bus dan truk diderek ke pintul tol Jatiluhur. Lalu lintas kembali lancar.

Pukul 07.00 WIB.
-Sopir bus Sarjimin ditahan di Polres Cimahi dan menjalani pemeriksaan. Dia dibidik UU Lalu Lintas karena kelalaian dan diancam pidana 4 tahun penjara.



Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ndr/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pilkada via DPRD Potensi Korupsinya Lebih Tinggi!

DPR hari ini akan mengesahkan RUU Pilkada yang salah satunya akan menentukan apakah pemilihan kepala daerah akan tetap dilakukan secara langsung atau dikembalikan ke DPRD. KPK berpandangan, Pilkada lewat DPRD justru potensi korupsinya lebih tinggi. Bila Anda setuju dengan KPK, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%