Detik.com News
Detik.com
Jumat, 21/12/2012 16:45 WIB

Lebih dari Selingkuh, Hakim Cantik yang akan Dipecat Itu Dinilai Zina

Andi Saputra - detikNews
Lebih dari Selingkuh, Hakim Cantik yang akan Dipecat Itu Dinilai Zina Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Komisi Yudisial (KY) merekomendasikan hakim perempuan yang bertugas di Pengadilan Negeri (PN) di Sumatera dipecat. Dia diduga pernah berselingkuh dengan beberapa lelaki, terakhir dengan polisi.

"Dia sudah punya suami, jadi secara hukum zina," kata sumber kuat detikcom di lembaga peradilan, Jumat (21/12/2012).

Dalam foto yang dimiliki detikcom, hakim itu berparas cantik. Memiliki wajah bulat, senyum dari bibir bergincu merah tampak mengembang. Hakim yang pernah bertugas di sebuah PN di Jawa ini memiliki rambut pendek dengan alis yang terawat.

"Dia dilaporkan oleh istri yang diselingkuhi," lanjut sumber yang minta identitasnya ditutup rapat-rapat.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Yudisial (KY) Imam Anshori Saleh menyatakan KY telah merekomendasikan hakim tersebut untuk dipecat lewat pengadilan etik. Hakim perempuan itu akan diadili di Majelis Kehormatan Hakim (MKH) yang dilakukan antara Mahkamah Agung (MA)-KY pada awal Januari 2013.

"Iya, ada satu hakim direkomendasikan dipecat. Dia perempuan," kata Imam.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(asp/nwk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%