detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 11:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Jumat, 21/12/2012 13:24 WIB

Situs Alansar007 Ungkap Pernyataan Teroris Penyerang Brimob di Poso

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Siapa penyerang yang menewaskan 3 anggota Brimob di Poso, Sulteng masih belum teridentifikasi. Namun lewat dunia maya, kelompok penyerang ini mengaku bertanggung jawab. Mereka menamakan diri Alansar007.

Saat detikcom melihat situs itu, Jumat (21/12/2012) terdapat tampilan gambar Osama Bin Laden dan juga sejumlah tokoh kelompok militan di timur tengah. Ada juga gambar dua orang dengan penutup kepala sambil membawa senjata.

Yang unik, di situs itu tercatat pengunjung nomor dua setelah dari Indonesia yakni dari Amerika Serikat. Situs itu beralamat lengkap http://al-ansar007.blogspot.com/2012/12/amaliyah-mujahidin-indonesia-timur.html#more.

Situs itu juga menampilkan gambar Densus 88 sebagai musuh. Di situs itu Densus disebut 'laknatullah'. Kemudian, terdapat pernyataan 'Amaliyah Mujahidin Indonesia Timur, Kamis 20 Desember 2012'.

Isinya membeberkan alasan kelompok ini melakukan serangan di Poso. Mulai dari menyebut ketidakadilan yang dialami tokoh NII Kartosuwiryo, Kahar Mudzakar, Daud Berueh, Ibnu Hajar hingga yang dialami warga di Aceh.

Di bagian akhir baru ditulis pernyataan mereka soal penembakan terhadap 3 anggota Brimob di Desa Kalora, Poso dan disebut kelompok ini sebagai thoghut. Kelompok ini menyebut penyerangan itu sebagai balasan atas penyerangan terhadap Muhamad Khoiri. Kelompok ini juga mengklaim melakukan penyerangan di Dusun Tamanjeka, Poso.

"Sungguh darah dibalas dengan darah dan penghancuran dibalas dengan penghancuran, tiada kemuliaan bagi Ummat Islam kecuali dengan menegakkan Syari'at Jihad fie Sabielillah," tulis mereka.

Belum diketahui siapa pembuat situs ini. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Aliyus yang dikonfirmasi detikcom juga belum memberikan respons.


Ikuti berbagai berita menarik yang terjadi hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.15 WIB

(ndr/asy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%