Jumat, 21/12/2012 13:11 WIB

Nikah Siri Anggota DPRD Kab Tasik

Kini Giliran Deni Ramdani yang 'Ditelantarkan' Sang Istri

Muhammad Afifi - detikNews
Rumah Fitriani Wulan di Bantul (muhammad afifi/detikcom)
Bantul - Deni Ramdani Sagara (36) akhirnya hengkang dari rumah istri sahnya, Fitriani Wulan (33), di Bantul, Yogyakarta. Istri dan keluarganya tak membukakan pintu meski Deni dan rombongan menunggu lebih dari 4 jam.

Sekitar pukul 11.00 WIB, Jumat (21/12/2012), pengacara Deni, Deni Hermawan mulai melangkah dari teras rumah Wulan di Niten Trirenggo, Bantul, Yogyakarta. Dia sudah menunggu selama beberapa jam. Tapi pintu tak kunjung dibuka.

Selama Deni menunggu, terlihat aktivitas di dalam rumah bercat oranye tersebut. Ada satu dua orang yang mengintip dari gorden.

Setelah meninggalkan rumah Wulan, satu mobil rombongan di antaranya berhenti. Seseorang yang mengaku kerabat Deni Ramdani, Antok, telah menunggu dan siap naik. "Hanya silaturahmi. Kami datang dengan itikad baik," katanya sesaat sebelum masuk mobil.

Deni Ramdani sendiri sama sekali tak tampak. Namun tetangga Wulan mengaku sempat melihat anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya ini. "Tadi Pak Deni turun, sempat ke rumah tapi tidak dibukakan pintu," kata tetangga Wulan, Sumaryono.

Informasi di lapangan, Deni tiba di rumah tersebut sekitar pukul 08.00 WIB. Dia datang bersama rombongan dengan empat mobil. Beberapa mobil berjenis Avanza di antaranya bernopol D 789 SD dan Z 1556 HR.

Deni Ramdani dilaporkan istrinya ke polisi dan Badan Kehormatan DPRD Tasikmalaya atas tuduhan kekerasan dalam rumah tangga, Selasa (11/12/2012) lalu. Deni dituding telah menikah siri dengan perempuan bernama Ajeng tanpa izin istri pertama 5 tahun lalu.

Saat melapor, Fitriani yang sedang hamil 8 bulan anak keempat membawa serta anaknya. Perempuan asal Bantul itu mengaku baru mengetahui suaminya menikah lagi dan merasa ditelantarkan saat berkunjung ke rumah Deni, Senin (10/12/2012) malam lalu. Dia mengaku diusir dan diminta menginap di hotel.

Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(try/mad)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%