Kamis, 20/12/2012 17:39 WIB

Akbar: Tak Dilibatkan Rapimnas, DPD II Golkar Tak Puas Pencapresan Ical

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tandjung mengungkap adanya ketidakpuasan dari DPD II Golkar menyangkut pencapresan Ketum Golkar Aburizal Barkrie (Ical). Sebab mereka tak dilibatkan dalam Rapimnas Golkar yang mengagendakan penetapan capres Golkar.

"Memang pencapresan Ical sudah ditetapkan pada Rampinas III. Namun, Rapimnas III tidak melibatkan DPD II Partai Golkar kabupaten/kota. Pada saat itu hanya DPD I Partai Golkar Provinsi saja yang dilibatkan," kata Akbar saat dihubungi, Kamis (20/12/2012).

Menurut Akbar, ada ketidakpuasan dari DPD II terhadap penetapan Ical sebagai capres. Ketidakpuasan itu bisa menghambat upaya pemenangan Ical sebagai capres.

"Saya sudah sering keliling ke daerah. Ada perasaan yang tidak puas ketika DPD II tidak dilibatkan. Perasaan itu tentunya akan mengganggu konsolidasi partai untuk pemenangan Ical sebagai capres," ujarnya.

Oleh karenanya, Akbar meminta dilakukan evaluasi pencapresan Ical dalam Rapimnas V Golkar. Dalam Rapimnas tersebut, dia meminta agar DPD II Golkar dilibatkan.

"Kami berpesan sebaiknya pada Rapimnas V, DPD II dilibatkan dalam forum," ujarnya.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(trq/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%