Rabu, 19/12/2012 20:13 WIB

Diisukan Maju Pilpres Bersama Mahfud MD, JK: Partai Kita Apa?

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Politikus senior Golkar Jusuf Kalla (JK) santer diisukan akan bergandengan tangan dengan Mahfud MD untuk berlaga di Pilpres 2014. Namun dengan aturan yang ada saat ini, mereka butuh kendaraan politik.

"Nanti kita lihat saja. Dekat sih dekat (dengan Mahfud MD), tapi partai kita apa?," kata JK.

Hal itu disampaikannya sebelum memberi ceramah dalam Silaturahmi dan Kerja Nasional (Silaknas) Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Rabu (19/12/2012).

JK mengatakan saat ini dirinya memang berhubungan intens dengan Mahfud MD. Namun belum ada pembicaraan serius yang mengarah ke Pilpres 2014.

"Belum bisa dibicarakan," ujarnya.

Mahfud MD sendiri secara terpisah mengakui menjalin komunikasi intens dengan JK. Namun komunikasi yang mereka lakukan belum membahas politik.

"Kita banyak diskusi masalah sosial," ujar Mahfud secara terpisah.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(trq/fjp)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Camat dan Lurah Tak Perlu Ada, Ganti Jadi Manajer Pelayanan Satu Atap

Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera merealisasikan kantor kelurahan dan kecamatan menjadi kantor pelayanan terpadu satu pintu. Lurah dan camat bakal berfungsi sebagai manajer pelayanan. Ahok berpendapat lurah dan camat tak perlu lagi ada di Indonesia. Bila Anda setuju dengan gagasan Ahok, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%