Senin, 17/12/2012 19:32 WIB

SBY: Film Habibie & Ainun Penuh Pembelajaran

Mega Putra Ratya - detikNews
Jakarta - Presiden SBY atas undangan mantan Presiden RI, BJ Habibie, menyaksikan pemutaran film Habibie & Ainun. Menurutnya film itu berisi pesan tentang pembelajaran dan patut dicontoh.

"Saya kira semua sependapat, bahwa apa yang kita saksikan tadi penuh dengan pembelajaran serta nilai-nilai yang patut untuk kita contoh. Patut diketahui dan diteladani oleh siapapun di negeri tercinta ini, karena sifanya yang universal dan berlaku untuk semua," ungkap SBY usai menonton film tersebut di XXI Epiwalk Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2012)

SBY mengatakan dirinya mewakili keluarga dan yang hadir bahkan rakyat Indonesia mendapatkan kesan yang mendalam usai menonto film tersebut.

"Disamping sisi-sisi yang nampak manusiawi, dari tayangan film tadi yang digarap dengan baik, naskah yang baik, artis-artis yang unggul yang tentu ini kami sangat senang dan bangga," imbuhnya.

"Tapi sekali lagi dengan tenang dan jernih kita bisa melihat sekali lagi nilai-nilai yang diwariskan oleh bu ainun yang dicontohkan oleh bapak habibie. Saya mulai dari teladan pasangan habibie dan ainun, sejak awal di tengah perjalanan hidup sampai akhri adalah pasangan yang penuh dengan kasih sayang, sharing and carring, sejak awal kita saksikan saling memperkuat antara habibie dan ainun sampai saat terakhir ibu ainun dipanggil oleh Allah SWT," kata SBY.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(mpr/lh)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%