detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:36 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Senin, 17/12/2012 15:59 WIB

PDIP dan PKB Berkoalisi di Pilgub Riau, Siap-siap Usung Cagub-Cawagub

Chaidir Anwar Tanjung - detikNews
Pekanbaru - Untuk menyongsong Pemilihan Gubernur (Pilgub) Riau Oktober 2013 mendatang, PDI Perjuangan dan PKB Riau resmi berkoalisi. PKB akan mengusung mantan Menteri PDT, Lukman Edy.

Koalisi ini secara resmi ditandatangani Ketua DPW PKB Riau Abdul Wahid dan DPD PDIP Riau Suryadi Khusaini di rumah makan Sri Mersing, Jl Sudirman, Pekanbaru, Senin (17/12/2012). Suryadi saat dihubungi detikcom mengatakan, koalisi ini untuk ikut bertarung dalam Pilgub Riau mendatang.

"Karena PDI Perjuangan menduduki 7 kursi dan PKB 3 kursi di DPDRD Riau. Sehingga dengan koalisi ini kita sudah cukup untuk mengajukan pasangan," kata Suryadi.

Menurutnya, penandatanganan koalisi ini akan disampaikan ke DPP PDIP dan DPP PKB. PDIP akan mengajukan nama Suryadi Khusaini sendiri. Sedangkan PKB mengusung mantan Menteri PDT Lukman Edy.

"Saya memang turut mencalonkan. Namun untuk posisi siapa gubernur dan wakil gubernur, nanti akan diputuskan di tingkat DPP PDI Perjuangan, begitu juga dengan PKB. Namun kami sudah saling mengetahui siapa calon yang akan diusung dari koalisi ini," kata Suryadi.

Sementara itu, Abdul Wahid secara terpisah mengatakan, koalisi ini memang mengusung kader masing-masing untuk berpasangan dalam Pilgub Riau mendatang. Pihaknya memastikan akan mengusung Lukman Edy untuk meramaikan bursa pemilihan kepala daerah.

"Salah satu kesepakatannya, masing-masing partai mengajukan satu kadernya. Namun memang untuk tahap posisi gubernur dan wakil gubernur, ini masih akan dibicarakan tingkat pusat. Perlu ada komunikasi politik lanjutan," kata Wahid.

Koalisi kedua partai ini sekaligus mengandaskan keinginan Bupati Indragiri Hilir (Inhil), Indra Adnan yang sempat mengklaim akan maju lewat perahu politik PDI Perjuangan. Indra sempat menjadi sorotan atas kepemilikan mobil dinas Toyota Alphard berpelat merah di Jakarta dan mobil pribadinya jenis Hummer di Riau.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(cha/try)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close