Jumat, 14/12/2012 17:45 WIB

Waduk Muara Angke Jebol, 100 Bangunan Liar di Kali Adem Dibongkar

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - 100 Bangunan liar yang terbuat dari kayu dan triplek di Kali Adem dan Kali Asin, Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, dibongkar petugas. Hal ini berkaitan dengan jebolnya tanggul penghubung Kali Adem dan Kali Asin pada Kamis (13/12) kemarin.

"100 Bangunan liar di sepanjang Kali Adem dan Kali Asin dibongkar karena normalisasi Kali Gendong yang mengarah ke Waduk Muara Angke," kata Wakil Camat Penjaringan, Martua Sitorus, saat dihubungi, Jumat (14/12/2012).

Pembongkaran ini melibatkan puluhan personel TNI yang dibantu petugas kepolisian dan Satpol PP. Martua menjelaskan tidak ada perlawanan dalam pembongkaran ini karena sudah dilakukan sosialisasi kepada pemilik bangunan.

"Tidak ada perlawanan, sebab sebelumnya kita telah sosialisasikan kepada mereka," kata Martua.

Alasan lain, pembongkaran karena sepanjang satu kilometer aliran kali digunakan warga untuk berjualan dan tempat tinggal. Hal ini berdampak pada tumpukan sampah yang berada di sepanjang kali menuju laut tersebut.

"Di kawasan itu satu kilometer ke arah laut, digunakan sebagai tempat jualan, menyimpan peralatan melaut dan tempat tinggal warga. Jadi sering meluap, lihat saja sampahnya, memang seharusnya tidak ada bangunan sepanjang kali," ujar Martua.

Martua juga mengingatkan bahaya yang mengancam jika tanggul digunakan sebagai pondasi bangunan. "Bebannya kan bisa bertambah berat, jadi bahaya jika tanggul kali dipakai tempat tinggal," ujarnya.

Sebelumnya pada hari Kamis (13/12) pukul 09.00 WIB, tanggul penghubung Kali Adem dan Kali Asin jebol karena debit air yang tinggi dan tekanan arus di bawah. Tanggul dengan panjang 5 meter dan kedalaman 10 meter tersebut tidak mampu menahan derasnya arus, dan membuat sebuah rumah milik warga yang berdiri di atas tanggul turut hanyut.

Dampak tanggul tersebut juga membanjiri 500 rumah warga di 23 RT dari RW 01 dan RW 11 Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara. Ketinggian air mulai dari 30 centimeter sampai 1 meter sebelum surut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(vid/nal)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%