Jumat, 14/12/2012 17:06 WIB

Masuk ke Silatnas PD Saat Anas Pidato, Ruhut Diusir!

M Iqbal - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Ruhut Sitompul, yang sudah dipecat dari DPP Partai Demokrat (PD), nyelonong masuk saat Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum memberikan sambutan di acara Silaturahmi Nasional (Silatnas) PD di Sentul International Convention Center (SICC). Usai Anas memberi sambutan, Ruhut pun keluar dari hall utama. Dia kemudian diusir!

Pantauan detikcom, di SICC, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Jumat (14/12/2012), usai Anas memberikan sambutan dan acara pembukaan Silatnas PD kelar, Ruhut pun keluar dari hall utama.

Para jurnalis mengejar Ruhut. Sesaat kemudian, 8 orang panitia bagian Keamanan yang mengenakan seragam biru mengelilingi Ruhut. 8 Orang berbadan tegap itu menggiring Ruhut keluar. Tak didorong dan tak ditarik, hanya mengelilingi Ruhut dan menggiringnya keluar.

"Bang, Abang mau keluar apa mau ngomong?" sapa salah satu jurnalis.

"Iya saya mau ngomong," sahut Ruhut.

Ruhut tampak tak kuasa melawan panitia bagian Keamanan itu hingga keluar gedung. Sementara belasan orang di belakang sudah berteriak "Pecat Ruhut, pecat Ruhut!".

Saat nyaris keluar, jurnalis menyapa kembali, "Abang mau keluar apa mau ngomong?"Next

Halaman 1 2
(nwk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%