detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Kamis, 17/04/2014 02:52 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Kamis, 13/12/2012 18:00 WIB

Iran: AS dan Sekutu Tak Mungkin Menyerang Suriah

Rita Uli Hutapea - detikNews
Foto: AFP
Teheran, - Krisis Suriah terus berlangsung. Seorang anggota parlemen Iran mencetuskan, tidak mungkin Amerika Serikat dan sekutunya akan melancarkan serangan militer terhadap Suriah.

Menurutnya, upaya Gedung Putih untuk mempertimbangkan opsi serangan militer terhadap Suriah semata-mata merupakan "perang psikologis."

"AS dan Inggris tak punya kekuatan untuk menyerang Suriah dan lebih tertarik untuk mencapai tujuan-tujuan ilegal mereka di Suriah dengan mendukung oposisi domestik," cetus Javad Jahangirzadeh, anggota Dewan Ketua Majlis (Parlemen) Iran seperti dilansir Press TV, Kamis (13/12/2012).

Menurut anggota parlemen Iran itu, keterlibatan Barat dalam intervensi militer di Suriah adalah mustahil.

Pernyataan Jahangirzadeh ini disampaikan setelah muncul pemberitaan mengenai Pentagon yang tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk kemungkinan serangan militer terhadap Suriah.

Menurut laporan yang dimuat surat kabar kongres AS, Hill tersebut, rencana ini termasuk okupasi penuh atas Suriah. Pejabat-pejabat AS memperkirakan, nantinya akan dibutuhkan sekitar 75 ribu tentara dan puluhan ribu lainnya di masa mendatang untuk operasi yang diberi nama "menjaga perdamaian" ini.

Sejumlah pihak menyebutkan bahwa AS tengah mencoba merancang skenario seperti Irak di Suriah.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(ita/nwk)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
84%
Kontra
16%