Kamis, 13/12/2012 13:05 WIB

5 Ruko di Pasar 16 Ilir Palembang Terbakar

Taufik Wijaya - detikNews
Palembang - Lima rumah toko di kawasan Pasar 16 Ilir Palembang terbakar. Meski tidak membesar, api sempat membuat pedagang panik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Informasi yang didapatkan detikcom di lokasi, kebakaran bermula dari salah satu toko cat yang kemudian meluas ke empat toko lainnya. Beruntung tiga ruko lainnya hanya terbakar di bagian atas.

Api mulai diketahui membesar sekitar pukul 08.00, Kamis (13/12/2012). Tak lama kemudian datang 14 unit mobil dan dua unit kapal pemadam dari pemerintah kota Palembang. Saat itu, api mulai membakar tokoh plastik yang berada di sebelahnya.

Meskipun tidak cepat membesar, tapi kebakaran ini membuat panik para pemilik dan pegawai toko di sekitarnya, termasuk para pegawai BRI cabang 16 Ilir. Mereka keluar sambil membawa peralatan kantor seperti komputer.

"Buat jaga-jaga, kalau api meluas, dan semoga tidak," kata seorang pegawai bank tersebut.

Sekitar pukul 11.15 WIB, api padam. Belum diketahui penyebab kebakaran yang merugikan ratusan juta rupiah ini. Hanya, akibat kebakaran ini jembatan Ampera menjadi macet, sebab banyak pengendara sepeda motor maupun mobil menghentikan kendaraan di pangkal jembatan untuk melihat kebakaran tersebut.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(tw/try)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
67%
Kontra
33%