detikcom
Rabu, 12/12/2012 17:33 WIB

Penjual Bakso Daging Babi di Cipete Hanya Didenda Rp 5 Juta

Indra Subagja - detikNews
Jakarta - Pelaku yang menjual bakso daging babi di Cipete, Jaksel, dikenai pidana pelanggaran ringan (tipiring). Sang pemilik tempat penggilingan pemilik kios, Eka, dianggap melanggar Perda No 8 tahun 1989 tentang pengawasan pemotongan dan perdagangan ternak.

"Sanksinya tipiring, 3 bulan penjara atau denda maksimal Rp 5 juta," jelas Kepala Suku Dinas Agung saat dikonfirmasi detikcom, Rabu (12/12/2012).

Agung menjelaskan, Eka dalam pemeriksaan mengaku sudah menjalankan usahanya selama 2 tahun. Dia berdagang bakso dengan campuran daging babi karena harga daging sapi mahal, mencapai Rp 90 ribu/kg. Sedang daging babi Rp 45 ribu/kg.

"Ada yang menawarkan ke dia daging dengan harga murah. Dia juga mengaku tidak tahu itu daging babi," jelasnya.

Agung menjelaskan kasus ini ditangani penyidik PPNS Sudin Peternakan Jaksel. Belum ada rencana menyidik pelaku dengan UU Konsumen.

"Karena yang menangkap kita, jadi kita kenakan pelanggaran Perda. Kalau UU Perlindungan Konsumen mungkin itu ranah yang lebih tinggi, BPOM atau polisi," terang Agung yang menangkap tangan pelaku karena laporan masyarakat.

Penggerebekan yang dilakukan oleh jajaran Polda Metro Jaya dan Seksi Pengawasan dan Pengendalian Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan ini dilakukan setelah pengintaian selama tiga minggu. Penangkapan dilakukan pagi tadi.

Di dalam kios sederhana yang beralamat di Jalan Damai, Kelurahan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, itu terdapat puluhan kg daging babi. Ditemukan daging babi 50 kg dan daging yang sudah diolah menggunakan tepung 15 kg.

Saat digerebek, terdapat seorang pemilik kios, Eka, dua orang karyawan kios dan dua orang pembeli bakso bernama Bahirun dan Suryono. Kedua pembeli bakso tersebut mengaku tidak mengetahui bahwa bakso yang mereka beli merupakan campuran daging babi.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(ndr/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%