detikcom
Rabu, 12/12/2012 01:00 WIB

Honda Otocontest Ajak Modifikator Indonesia Go International

Advertorial - detikNews

Denpasar - Empat pemenang atau King of Honda Otocontest (HOCS) 2012 akan berangkat ke Bangkok International Motorshow 2013 untuk mengadu kreativitas dalam modifikasi sepeda motor dengan modifikator bertaraf international.

Keempat pemenang HOCS tersebut adalah King of Rookie David Ekwanudin dengan motor Honda Blade dan King of Fashion yang diraih oleh Hery Setiawan dengan motor Honda Tiger. Sementara King of Non Extreme oleh Deny Puguh Dariyanto dengan motor Honda Mega Pro dan King of Extreme yang dimenangkan oleh Peterson Rivai dengan motor Honda PCX.

Mereka terplih sebagai juara setalah menyisihkan 124 peserta tahap final modifikasi HOCS yang diadakan oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Secara keseluruhan, sebelum memasuki tahap final yang belangsung hari Minggu (9/12) di GOR Ngurah Rai, Denpasar, Bali, sebanyak 1.950 peserta telah bersaing mengikuti seleksi yang cukup ketat.

"Alhamdulillah banget. Saya enggak nyangka kalau bisa jadi salah satu King HOCS 2012 ini," ungkap Deni Puguh Dariyanto yang berhasil menyabet gelar King of Non Extreme.
Dalam ajang HOCS tahun keempat ini, para peserta bersaing dalam kelas modifikasi yang dibagi dalam 12 kelas, yakni Aksesoris, Pemula, Matic Pemula, Street Racer Modify, Body Art Sticker, Custom Modify, Sport Custom, Racing Style, Matic Funky, Club Funky, Sport Funky, dan Xtreme.
Ketua Dewan Juri HOCS 2012 Agustinus J-Punk mengatakan, setiap kategori memiliki penilaian tersendiri dengan dititikberatkan pada aspek teknologi maupun pengaplikasian ide kreatif yang dituangkan oleh para modifikator.
Sementara itu, Judhy Goutama, Senior Manager Brand Activation Dept PT AHM, HOCS tahun ini banyak modifikasi yang mengaplikasikan teknologi tinggi. Salah satunya adalah King Extreme yang mengaplikasikan berbagai teknologi modern.

"HOCS 2012 ini lebih kreatif dan lebih berani. Saya mengharapkan untuk tahun-tahun yang akan datang akan semakin meningkat. Karena King HOCS ini nantinya akan bertarung dengan para modifikator dengan level international," ungkap Judhy.

General Manager Marketing Planning and Analysis Division AHM Agustinus Indraputra, mengatakan kontes modifikasi ini diharapkan dapat memotivasi generasi muda dalam berkreasi, khususnya para modifikator berbakat Indonesia.

"Beberapa model sepeda motor Honda yang identik dengan anak muda sangat mudah dimodifikasi, sehingga memberi ruang berkreasi bagi pemiliknya. Kami berupaya memahami konsumen yang ingin mewujudkan mimpi memodifikasi motornya sehingga memberi kebanggaan dalam mengendarainya," tuturnya di sela acara Final Battle Honda Otocontest.

Kontes modifikasi motor Honda ini secara tidak langsung memang menjadi salah satu barometer perkembangan trend modifikasi motor saat ini. Ide-ide cemerlang sang modifikator selalu menjadi acuan tren modifikasi motor Honda di Indonesia. Para modifikator dari ajang HOCS pun telah terbukti mampu bersaing dengan para modifikator dari negara lain.

Judhy mengungkapkan, saat ke Bangkok beberapa waktu lalu, motor yang dibawa dari Indonesia berhasil menyedot perhatian masyarakat Thailand. “Banyak yang kagum dengan modifikasi motor Honda di Indonesia. Jadi kami berharap semoga kedepannya ajang HOCS ini akan menjadi kiblat modifikasi berskala internasional.”

Guna memenuhi keinginan dari para peserta modifikasi, AHM berencana akan menambah 3 kota baru sehingga terdapat 17 kota penyelenggaraan HOCS 2013. "Tahun depan kita akan memperluas lokasi HOCS. Kita akan berekspansi ke Sulawesi Selatan, Kalimantan Barat dan Bangka Belitung," ujar Judhy.
(adv/adv)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advertorial Lainnya Indeks Advertorial ยป
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%